Berita Tegal

Longsor Landa Kawasan Wisata Guci Tegal, 2 Lokasi Ditutup Sementara

Dua tempat wisata di kawasan Guci, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah, ditutup akibat longsor. Longsor tersebut terjadi Jumat (12/2/2021).

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DESTA LEILA KARTIKA
Ilustrasi. Suasana kawasan objek wisata pemandian air panas Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Minggu (6/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI – Dua tempat wisata di kawasan Guci, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah, ditutup akibat longsor. Longsor tersebut terjadi Jumat (12/2/2021).

"Di kawasan Guci-nya itu longsor ada di dua titik. Pertama di Villa Brama Lestari, tepatnya bersebelahan dengan Duta Wisata. Ini yang sangat parah sekali longsor," kata Kepala UPTD Pariwisata Guci Ahmad Abdul Khasib saat dihubungi Kompas.com, Minggu (14/2/2021).

Ia melanjutkan, lokasi paling parah kedua ada di Villa Melati Dua.

Bahu jalan di kompleks Lapangan Desa Pekandangan pun longsor.

Selain dua area tersebut, imbuh Khasib, area wisata lain juga terdampak longsor kecil, yakni masuknya material lumpur dan bebatuan ke jalan dan wahana wisata.

Baca juga: Jalan Menuju Objek Wisata Guci Tegal Ambles di Clirit View, Pengguna Jalan Harus Bergantian

Baca juga: Pengelola Objek Wisata Guci Tegal Tolak Pengunjung Tak Bermasker Guna Cegah Penyebaran Covid-19

Baca juga: Ganjar Pranowo: Kami Bertekad Kabupaten Tegal Jadi Sentranya Bawang Putih di Jateng

Baca juga: KBM Tatap Muka di Kabupaten Tegal Kembali Ditunda, Disdikbud: Tunggu Surat Edaran Berikutnya

Sementara, untuk fasilitas umum, semisal gorong-gorong atau saluran air, menurut Khasib, kondisinya sudah banyak yang rusak.

Khususnya, gorong-gorong yang ada di sepanjang jalan dari pertigaan bukit Kencana sampai dengan Pasar Induk atau Terminal Induk.

"Di luar dua kawasan itu sudah kami tangani. Artinya, material sudah kami bersihkan. Kalau yang dua ini kan keadaannya sudah sangat parah sehingga penanganannya harus ada dari Pemerintah Kabupaten," sambung Khasib.

Baru dibuat tanggul

Sejauh ini, pihak pengelola belum menyentuh langsung dua kawasan yang terdampak paling parah tersebut.

Pasalnya, selain areanya cukup luas, kondisinya juga sangat membahayakan bagi petugas yang tidak berkompetensi.

Pihak pengelola masih menunggu tim kajian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mulai menangani kedua kawasan tersebut.

"Kalau kami hanya membuat tanggul agar air tidak masuk ke lokasi longsor lagi. Karena sangat berpotensi hujan lebat lagi masuk ke situ, bisa longsor lagi," papar Khasib.

Baca juga: Vaksinasi Tahap Dua Segera Dilakukan, Pedagang Pasar, ASN, hingga Anggota DPR Jadi Sasaran

Baca juga: 6 Pelukis Purbalingga Ramaikan Imlek Art International Exhibition, Pameran Diikuti 7 Negara

Baca juga: Pemuda Asal Cilacap Ditangkap Polresta Banyumas. Mencuri Sejak 2019, Sasar Sekolah dan Balai Desa

Baca juga: Asisten Pelatih PSIS Semarang Minta Kejelasan Pramusim Liga 1: Beri Waktu Klub Melakukan Persiapan

Untuk kawasan Villa Brama Lestari, menurut Khasib, kerusakannya memang sangat parah.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved