Berita Ekonomi Bisnis
Ganjar Pranowo: Kami Bertekad Kabupaten Tegal Jadi Sentranya Bawang Putih di Jateng
Mmemenuhi kebutuhan nasional yang masih didatangkan dari luar negeri, Ganjar bertekad menjadikan Kabupaten Tegal sebagai sentra bawang putih.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng mencatat pertumbuhan ekonomi di provinsi ini secara kumulatif pada 2020 menurun hingga minus 2,65 persen.
Meskipun demikian, ada sektor yang masih bertahan bahkan unggul saat pandemi ini.
Seperti di sektor teknologi komunikasi dan informasi serta pertanian.
Baca juga: Sempat Terseok-seok Akibat Pandemi, DPRD Sarankan Bapenda Jateng Lakukan Hal Ini
Baca juga: Gubernur Ganjar Pranowo: Libur Imlek, ASN Pemprov Jateng di Rumah Saja
Baca juga: Kemenkumham Targetkan Separuh Satuan Kerja di Jateng Raih Predikat WBK dan WBBM
Baca juga: Jateng di Rumah Saja Bakal Digulirkan Lagi? Begini Jawaban Gubernur Ganjar Pranowo
"Karena produksi pertanian tinggi, sehingga terwujudnya kemandirian pangan."
"Dengan peningkatan produktivitas pangan, terwujud distribusi lancar, stablilitas pangan, serta lumbung cadangan pangan."
"Lalu peningkatan diversifikasi pangan berbasis sumber daya pangan lokal, optimalisasi pemanfaatan pekarangan."
"Sehingga meningkatkan NTP (nilai tukar petani)," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (13/2/2021).
Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan nasional yang selama ini masih didatangkan dari luar negeri atau impor, Ganjar bertekad menjadikan Kabupaten Tegal sebagai sentra bawang putih.
Gubernur telah bertemu Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam mengembangkan Tegal menjadi sentra tanamam umbi-umbian tersebut.
"Kami sudah bertemu Rektor IPB dan menyampaikan Kabupaten Tegal bakal dijadikan center of excelece bawang putih," jelasnya.
Dengan adanya sentra pertanian bawang putih, ia mengklaim produktivitas secara nasional bisa ditingkatkan hingga 300 persen.
Saat ini, kata dia, produksi dalam negeri baru bisa mencapai 80 ribu ton.
Sedangkan kebutuhannya bisa mencapai 450 ribu ton.
Dengan begitu, pemerintah bisa menurunkan angka impor secara signifikan dengan mengandalkan dari dalam negeri.
Ada beberapa daerah di Jawa Tengah yang lahannya cocok untuk pertanian garlic ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/harga-bawang-putih-di-jateng-meroket-dan-stok-menipis.jpg)