Berita Semarang

Update Proyek Kotaku di Ambarawa, Yosef Krido Priyono: Masih Minus Karena Berbagai Permasalahan

Koordinator Tim Kotaku Kabupaten Semarang, Yosef Krido Priyono mengatakan, penyebab minusnya progres Kotaku Ambarawa karena berbagai permasalahan.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
PEMKAB SEMARANG
Ketua Tim Kotaku Ambarawa, Sony Cahyo Dahono menyampaikan progres pembangunan penataan kawasan di Jalan Jenderal Sudirman Ambarawa di Pendapa Kecamatan Ambarawa, Selasa (2/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Progres Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) oleh Kementerian PUPR untuk Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, masih minus.

Koordinator Tim Kotaku Kabupaten Semarang, Yosef Krido Priyono mengatakan, penyebab minusnya progres Kotaku Ambarawa karena berbagai permasalahan di lapangan.

“Ada problem dalam prosesnya di lapangan sehingga progresnya masih minus."

"Nah, kami khawatir nanti pada akhir November 2021 tidak akan tercapai,” terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (3/2/2021).

Di Kabupaten Semarang, Delapan Kecamatan Kini Berstatus Zona Merah Covid-19

Teror Truk Dilempar Batu saat Melintasi Mangkang Kota Semarang: Kaca Pecah, Pengemudi Luka Parah

Dinilai Efektif Cegah Kerumunan, Dishub Kabupaten Semarang Kaji Perluasan Penutupan Jalan

Berdiri di Lahan Milik Orang Lain, 134 Rumah di Cebolok Gayamsari Semarang Disegel Satpol PP

Menurut Yosef, diperlukan masukan dari berbagai pemangku kepentingan dan perwakilan masyarakat kepada kontraktor yang mengerjakan.

Sehingga, adanya sumbatan dapat diurai agar progresnya bisa lebih cepat.

Ketua Tim Kotaku Ambarawa, Sony Cahyo Dahono menambahkan, proyek Kotaku Ambarawa dianggarkan Rp 32,7 miliar dari World Bank.

"Adapun titik lokasi proyek, berada di Jalan Jenderal Sudirman Ambarawa sepanjang 1.150 meter."

"Kemudian Jalan Teratai 1 (474,37 meter), Jalan Teratai 2 (342,86 meter), Jalan Teratai 3 (387,60 meter), dan Jalan Baru Ambarawa sepanjang 279,1606 meter," katanya. 

Pihaknya mengungkapkan, rencana desain kontruksi bakal memadukan arsitektur Jawa dan Tionghoa dalam program Kotaku Ambarawa tersebut.

Sehingga, diharapkan, adanya sumbatan dapat segera terselesaikan dan mimpi masyarakat Ambarawa bisa segera terwujud.

Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menyatakan, jika pembangunan dan penataan di Ambarawa sedikit banyak menimbulkan gangguan.

Khususnya bagi pelaku usaha yang ada di sana.

“Maka kami juga mohon dukungan, bantuan agar proyek ini berjalan dengan lancar yang tujuannya untuk kemajuan di Kecamatan Ambarawa,” ujarnya.

Meski demikian, pelaksana dapat lebih mempercepat progresnya.

Sedangkan ada beberapa kendala kepentingan masyarakat diharapkan dapat berjalan walaupun terdapat sedikit gangguan. (M Nafiul Haris)

Jateng di Rumah Saja, PHRI Karanganyar: Okupansi Hotel dan Resto Otomatis Nol Persen di Akhir Pekan

Dukung Gerakan Jateng di Rumah Saja, Bupati Purbalingga Tunggu Kebijakan Teknis dari Gubernur

Tak Terpengaruh Isu Kudeta, DPD Patai Demokrat Jateng Nyatakan Solid Dukung Kepemimpinan AHY

Wali Kota Solo Tak Akan Saklek Terapkan Gerakan Jateng di Rumah Saja, Begini Alasannya

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved