Berita Semarang
Dinilai Efektif Cegah Kerumunan, Dishub Kabupaten Semarang Kaji Perluasan Penutupan Jalan
Dishub Kabupaten Semarang berencana memperluas area penutupan jalan di Bumi Serasi, selama PPKM jilid 2.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang berencana memperluas area penutupan jalan di Bumi Serasi, selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid 2, yang berlangsung 25 Januari sampai 8 Februari 2021.
Kepala Dishub Kabupaten Semarang Rudibdo mengatakan, penutupan jalan guna membatasi mobilitas masyarakat selama PPKM dinilai efektif mengurangi kerumunan, terutama di jalur menuju sejumlah lokasi favorit berkumpul.
"Sebagamana intruksi Bupati Semarang tentang perpanjangan PPKM agar lebih diperketat, kami lakukan evaluasi sangat efektif mencegah berkerumunnya orang dengan menutup jalan. Maka, hasil kajian, kami wacakan memperluas area penutupan jalur," terangnya saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Selasa (2/2/2021).
• Setiap Malam, Jalan Menuju Alun-alun Kabupaten Semarang Ditutup 3 Jam
• 30 Orang Alami KIPI Ringan Seusai Jalani Vaksinasi di Kabupaten Semarang
• Punya Penyakit Penyerta, Vaksinasi 676 Nakes di Kabupaten Semarang Tertunda
• Imbas PPKM di Kabupaten Semarang, Pujiono Sebut Jumlah Kunjungan Wisatawan Menurun Drastis
Saat ini, pihaknya masih melakukan kajian, terutama dampak ekonomi di lokasi sekitar penutupan jalan.
Penutupan ruas jalan akan berlangsung pukul 20.00 WIB sampai 23.00 WIB.
Saat ini, Dishub memberlakukan penutupan di tiga ruas jalan, terutama yang menuju alun-alun, baik alun-alun lama maupun alun-alun baru.
Ia menambahkan, dalam rangka mengurangi penularan virus corona, jajaran Dishub Kabupaten Semarang secara berkala juga melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada beberapa terminal maupun halte bus BRT.
"Kami juga melakukan operasi kendaraan dengan trayek terkait pembatasan kapasitas penumpang maupun kelengkapan kendaraan untuk menyediakan handsanitizer," katanya.
Pihaknya mengungkapkan, pada hari biasa, terhitung durasi waktu setara penutupan jalan terdapat sekira seribuan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, berlalu-lalang pada jalan-jalan yang sekarang ditutup.
• Siap-siap, Tilang Elektronik Segera Diberlakukan di Kota Solo
• 439 Nakes di Purbalingga Batal Divaksin Covid-19, Ini Penyebabnya
• Gerakan Jateng di Rumah Saja, Gubernur Ganjar: Berlaku Akhir Pekan, Tempat Wisata Tutup Dulu
• Banjir Landa 10 Desa di 3 Kecamatan di Kudus, 1 Dukuh Terisolir. Warga Harus Pakai Perahu Karet
Rudibdo menyatakan, sosialiasi terkait bahaya virus Covid-19 juga senantiasa diberikan, baik secara langsung maupun melalui siaran pengeras suara yang tersebar pada tujuh titik ATCS di persimpangan lampu merah.
"Prinsipnya, kami sama dengan Satlantas Polres Semarang. Karena sebelum penerapan buka tutup jalan selama PPKM kami lakukan persiapan bersama," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/petugas-dishub-kabupaten-semarang-melakukan-operasi-masker-di-terminal-ambarawa.jpg)