PSBB Jawa Bali

Imbas PPKM di Kabupaten Semarang, Pujiono Sebut Jumlah Kunjungan Wisatawan Menurun Drastis

Ketua Akar Kabupaten Semarang, Pujiono mengatakan, sejak dimulainya PPKM pada 11 Januari 2021 di Semarang Raya, kunjungan wisatawan menurun drastis.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AKBAR HARI MUKTI
ILUSTRASI tempat hiburan malam, karaoke di Bandungan Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Dampak Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) dalam menekan laju penularan virus corona (Covid-19) di Jawa-Bali berdampak terhadap pariwisata di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.

Ketua Asosiasi Karyawan Pariwisata (Akar) Kabupaten Semarang, Pujiono mengatakan, sejak dimulainya PPKM pada 11 Januari 2021 di Semarang Raya, kunjungan wisatawan menurun drastis.

Baca juga: Tanah Bergerak Makin Rawan Terjadi, Semisal di Purbalingga, Berikut Kata Dinas ESDM Jateng

Baca juga: Mengaku Bisa Bantu Pengangkatan PNS, Pecatan PNS di Purbalingga Gasak Uang Rp 370 Juta dari Korban

Baca juga: Pemkab Banjarnegara Sudah Transfer Rp 1 Miliar, Bantu Tiga Provinsi Terdampak Bencana

Baca juga: Sering Beri Info Jalan Berlubang, Tukang Ojol di Banjarnegara Diganjar Penghargaan dari Polres

"Dampak paling terasa karena pembatasan jam kunjungan."

"Operasional karaoke misalnya diizinkan buka mulai pukul 11.00 sampai pukul 19.00."

"Tentu ini sangat berefek," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (23/1/2021).

Menurut Pujiono, pariwisata di Bandungan saling berhubungan, mulai dari karaoke, wisata alam, wisata kuliner, dan pasar sayuran.

Dia berharap, apabila Pemerintah Pusat kembali memperpanjang PPKM, sebaiknya diikuti dengan kebijakan kemunduran waktu operasional maksimal sampai pukul 21.00.

"Sehingga kami teman-teman karyawan bisa hidup."

"Kemarin kami juga mengirim surat ke Bupati Semarang agar ada kebijakan khusus."

"Jam buka dan jam tutup diundurkan," katanya.

Pihaknya mengungkapkan, jika tidak ada kebijakan khusus terhadap pariwisata di Bandungan, pengusaha dan karyawan bisa dikatakan dalam kondisi sekarat.

Para pengusaha saat ini lanjutnya, dinilai dalam posisi bertahan agar tidak ada PHK.

Camat Bandungan, Anang Sukoco menyatakan, wilayahnya termasuk paling gencar dalam melakukan operasi yustisi secara rutin setiap pekan.

"Selama pandemi sudah 66 kali kegiatan untuk menekan Covid-19."

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved