Breaking News:

Berita Purbalingga

Mengaku Bisa Bantu Pengangkatan PNS, Pecatan PNS di Purbalingga Gasak Uang Rp 370 Juta dari Korban

Kabag Ops Polres PurbaIingga Kompol Pujiono dalam konferensi pers, Jumat (22/1/2021), mengatakan, RR beroperasi Desember 2017-September 2020.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Kabag Ops Polres Purbalingga Kompol Pujiono menunjukkan tersangka penipuan dengan modus menjanjikan membantu pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), di Mapolres Purbalingga, Jumat (22/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Warga Kelurahan Purbalingga Wetan, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, RR (40), diamankan polisi karena melakukan penipuan dengan modus menjanjikan membantu pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kabag Ops Polres PurbaIingga Kompol Pujiono dalam konferensi pers, Jumat (22/1/2021), mengatakan, RR melakukan penipuan sejak Desember 2017 hingga September 2020.

Korban penipuan yaitu Teguh Santosa (40), warga Desa Beji, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten PurbaIingga.

"Korban dimintai uang oleh tersangka, yang totalnya mencapai Rp 370 juta, agar istrinya yang merupakan guru honorer bisa diangkat menjadi PNS. Penyerahan uang dilakukan secara tunai maupun transfer di wilayah Kecamatan Purbalingga," jelas Kompol Pujiono.

Baca juga: Tinggal Tunggu Pelantikan, Tiwi-Dono Ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga Terpilih

Baca juga: 467 CPNS Purbalingga Terima SK, Bupati Ingatkan ASN Tak Boleh Jadi Oposisi Pemerintah

Baca juga: Ekspor Produk Kini Bisa Lebih Masif, Dua IKM di Purbalingga Ini Sudah Kantongi Sertifikat HACCP

Baca juga: Jual Tramadol, Warga Kejobong Purbalingga Ditangkap Polisi. Beli di Aplikasi Jual Beli Online

Untuk menyakinkan korbannya,RR juga membuat surat pengangkatan PNS palsu.

Selain itu, membuat kwitansi palsu bukti biaya pemberkasan PNS yang seolah-olah ditandatangani salah satu pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

Hampir tiga tahun istrinya tidak kunjung diangkat PNS, akhirnya Teguh menyadari telah menjadi korban penipuan.

Teguh kemudian melaporkan kejadian di Polsek Purbalingga pada awal Januari 2021.

Berdasarkan laporan ini, penyidik melakukan penyelidikan hingga akhirnya menahan RR.

Tersangka diamankan di tempat tinggalnya pada Rabu (13/1/ 2021).

Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya satu lembar fotokopi surat pengangkatan PNS palsu, satu lembar kwitansi penerimaan uang sebesar Rp 75 juta untuk keperluan pemberkasan CPNS tahun 2018, satu bendel bukti transfer uang dari korban kepada tersangka, dan dua telepon genggam.

Berdasarkan keterangan RR, ia melakukan aksi penipuan karena terdesak masalah ekonomi.

Baca juga: Ibu Hamil, Anak-anak, dan Lansia Belum Boleh Divaksin Covid, Begini Penjelasan IDI Kabupaten Tegal

Baca juga: Diguncang Mosi Tidak Percaya dari 36 Pengkab, KONI Kudus Didesak Segera Gelar Musyawaran Luar Biasa

Baca juga: KPPU Prediksi Stok Bawang Putih Menipis di Awal April, Ini Solusi yang Ditawarkan

Baca juga: Sering Beri Info Jalan Berlubang, Tukang Ojol di Banjarnegara Diganjar Penghargaan dari Polres

RR tidak memiliki penghasilan tetap setelah diberhentikan sebagai PNS dan mengaku memiliki banyak utang yang nilainya mencapai ratusan juta.

"Tersangka mengaku, uang hasil penipuan yang dilakukan sudah habis digunakan untuk keperluan sehari-hari dan untuk membayar utang yang dimiliki," jelasnya.

Atas perbuatannya, RR dikenakan Pasal 378 KUHP subsider Pasal 372 KUHP juncto Pasal 64 KUHP tentang Penipuan dan atau Penggelapan, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved