Breaking News:

Berita Purbalingga

Dampak PPKM Purbalingga Diperpanjang, Dinkop: Pelaku UMKM Batik dan Knalpot Makin Terpuruk

Kabid UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Purbalingga, Adi Purwanto mengatakan, kebijakan pembatasan kegiatan ini sangat menekan penguasa kecil.

Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
ILUSTRASI. Pedagang saat menggoreng mendoan di pusat oleh-oleh Sawangan, Purwokerto pada Selasa (25/2/2020). UMKM kuliner di Purbalingga tidak terlalu terdampak pandemi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Salah satu sektor yang paling terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Purbalingga adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Kabid UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Purbalingga, Adi Purwanto mengatakan, kebijakan pembatasan kegiatan ini sangat menekan para penguasa kecil.

"Penurunan bisa sampai 70 persen, terutama adalah para pengusaha yang bergerak di bidang kerajinan," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (27/1/2021).

Mayat Perempuan Ditemukan di Gubuk Sawah di Rembang Purbalingga: Berambut Ikal, Pakai Daster Biru

Hasil Pilkada Diparipurnakan, DPRD Purbalingga Kirim Usulan Pelantikan Tiwi-Dono ke Kemendagri

Serahkan DPA, Bupati Purbalingga Minta Lurah hingga Kepala SKPD Segera Geber Pembangunan

Menurut Adi, sebelum ada PPKM, sebenarnya sektor UMKM sudah mulai bangkit.

Akan tetapi, mereka kembali terpuruk dengan adanya pembatasan kegiatan, apalagi PPKM diperpanjang.

Dia mengatakan, di Kabupaten Purbalingga, ada sekitar 95 ribu UMKM dengan produk-produk unggulan di antaranya knalpot, sapu, batik, gula, dan oleh-oleh.

Kemudian, ada sekitar 42 paguyuban yang bergerak di bidang UMKM dengan anggota mencapai 3.000 orang.

"Sekarang, kondisinya hanya untuk bertahan hidup. Para pelaku UMKM biasanya hanya mengganti produk, menjadi reseller. Pokoknya, apa yang bisa dijual, ya dijual," katanya.

Adi menambahkan, UMKM paling terdampak berupa kerajinan, seperti batik dan knalpot.

"Kalo sembako sih tidak terlalu dan kuliner masih bisa bertahan," tuturnya. (Tribunbanyumas/jti)

Serahkan SK CPNS, Bupati Sragen Yuni Ingatkan CPNS Tak Bisa Ajukan Pindah sebelum 10 Tahun Mengabdi

5 Berita Populer: Pesanan di Pasar Kliwon Kudus Naik-Abrasi di Simonet Pekalongan Makin Parah

Listyo Sigit Resmi Gantikan Idham Aziz sebagai Kapolri

Terima Vaksin Covid Dosis Kedua, Setelah Dua Jam Presiden Jokowi Hanya Merasa Pegal-pegal

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved