Berita Sepak Bola
Bek PSIS Semarang Ini Merespon Liga 1 Tanpa Degradasi: Rawan Match Fixing dan Malah Jadi Lelucon
Match fixing atau pengaturan skor diketahui menjadi satu catatan kelam sepak bola nasional dalam beberapa tahun lalu.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: deni setiawan
Match fixing atau pengaturan skor diketahui menjadi satu catatan kelam sepak bola nasional dalam beberapa tahun lalu.
"Dan menurut saya kalau Liga tidak ada degradasi, berpotensi mengundang mafia masuk dalam kompetisi," jelas Rio.
"Pengaturan skor pasti sangat rentan."
"Dan kalau dilihat usulan tanpa degradasi ini mungkin cuma kompetisi sepak bola di sini (Yang memiliki usulan tersebut--red)."
"Di Asia, atau dunia pun tidak ada."
"Ya menurut saya lucu," ucapnya.
Oleh sebab itu, ia secara pribadi menyetujui bila kompetisi berjalan tetap dengan adanya aturan degradasi.
"Karena musim baru, tantangan baru."
"Kalau ada degradasi ada motivasi untuk menang dan lebih baik lagi," ungkapnya.
Lebih lanjut, pemain yang musim ini genap berusia 26 tahun tersebut berharap agar secepatnya kompetisi dilanjutkan.
"Kami sudah jenuh menunggu keputusan yang tidak jelas."
"Kami pemain merasa lebih cepat lebih baik."
"Semua pemain Liga 1 juga menginginkan agar lebih cepat saya rasa," katanya. (F Ariel Setiaputra)
Baca juga: Sidang Kasus Pasien Dicovidkan di Banyumas Digelar di PN Purwokerto, Keluarga Gugat 3 Pihak
Baca juga: Sengketa Lahan Kebondalem Purwokerto Belum Usai, Rencana Pembangunan Pusat Grosir Masih Terganjal
Baca juga: Jual Tramadol, Warga Kejobong Purbalingga Ditangkap Polisi. Beli di Aplikasi Jual Beli Online
Baca juga: Tabloid Pramuka Pertama di Jawa Tengah, Simpul Pramuka Wadahi Karya Jurnalis Muda Purbalingga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/rio-saputro-psis-semarang.jpg)