Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Karena Hal Ini, Jalur Pendakian Gunung Slamet Melalui Basecamp Dipajaya Pemalang Ditutup Sementara

Penutupan dilakukan pengelola Basecamp Dipajaya Pemalang karena bangunan pos yang dijadikan tempat registrasi pendakian sedang diperbaiki. 

ISTIMEWA
Sejumlah pendaki memadati Basecamp Dipajaya di Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEMALANG - Jalur pendakian Gunung Slamet melalui Basecamp Dipajaya, di Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang ditutup sementara. 

Penutupan dilakukan pengelola basecamp karena bangunan pos yang dijadikan tempat registrasi pendakian sedang diperbaiki. 

Dijelaskan Ari, pengelola Bascamp Dipajaya, pembangunan dilakukan sejak Desember 2020. 

Baca juga: 5 Berita Populer: Warga Kendal Jadi Korban Laka Sriwijaya Air-Tempat Wisata Banjarnegara Tutup

Baca juga: Berikut Ini Empat Hal Penting Penerapan PKM di Kendal, Sekda: Melanggar Bakal Ditindak Tegas

Baca juga: Lanjutan Liga 1 Tak Kunjung Dimulai, GM PSIS Semarang: Klub Sekarat

Baca juga: Pernah Merumput di Spanyol, Gelandang PSIS Semarang Membuka Peluang Kembali Berkarir di Luar Negeri

"Perbaikan dilakukan sejak awal Desember 2020."

"Uuntuk pembukaan kembali masih menunggu selesainya pembangunan," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (12/1/2021).

Dilanjutkannya, meski status Gunung Slamet saat ini normal, namun pendaki belum bisa mendaki melalui pos Dipajaya. 

"Tiga bulan lalu status Gunung Slamet sudah normal, pembangunan dilakukan untuk membenahi pos agar lebih baik," ujarnya. 

Ia menyebutkan, antusias pendaki saat jalur pendakian Gunung Slamet dibuka di Bascamp Dipajaya lumayan banyak. 

"Kalau rata-rata setiap hari antara 50 sampai 100 pendaki," tambahnya. 

Adapun data dari Volcanology Survey Indonesia (VSI) Kementerian ESDM, aktivitas gempa terakhir yang ditimbulkan dari gunung yang memiliki ketinggian 3.428 Mdpl itu pada 16 Oktober 2020. 

VSI Kementerian ESDM juga mencatat pada periode Juli hingga Oktober 2020, Gunung Slamet mengalami 46 gempa hembusan, dan 2 kali gempa tektonik. (Budi Susanto)

Baca juga: Perjalanan KA Kamandaka Purwokerto–Tegal Dibatalkan, Imbas Putusnya Jembatan Rel di Brebes

Baca juga: Cerita Nekat Wanita Ini Tulis dan Kirim Surat Buat Wakil Wali Kota Tegal, Begini Respon Jumadi

Baca juga: Kisah Remaja Asal Temanggung Berjuang Lawan Kanker, Terpaksa Mengubur Impian Jadi Kiper Profesional

Baca juga: Penambangan Galian C Kembali Muncul di Kledung Temanggung, Seratusan Pemuda Bentangkan Spanduk

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved