Penanganan Corona

Vaksinasi Tahap Pertama di Kabupaten Semarang, Disiapkan 623.943 Dosis, Berikut Data Penerimanya

Dinkes: stok vaksin sementara ini masih tersimpan atau berada di tingkat provinsi dan belum sampai ke Kabupaten Semarang.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, Ani Rahardjo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Pemkab Semarang menyiapkan 623.943 dosis vaksin Covid-19 pada tahap pertama vaksinasi.

Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, Ani Rahardjo mengatakan, rencana vaksinasi akan dimulai pada Januari 2021 ini.

Baca juga: Personel Gabungan Bakal Patroli 2x Sehari selama PPKM di Kota Semarang, Ini Jadwalnya

Baca juga: Punya Wahana Baru, Gumuk Reco di Sepakung Banyubiru Semarang Kini Dilengkapi Jembatan Kaca

Baca juga: Konsep Belajar Daring di Masa PSBB, Disdikbudpora Kabupaten Semarang Masih Tunggu Petunjuk Teknis

Baca juga: Karena Sudah Over Kapasitas, 43 Napi Lapas Semarang Dipindah ke Nusakambangan Cilacap

"Sesuai yang tersedia di sistem informasi satu data vaksinasi-covid-19' title=' vaksinasi Covid-19'> vaksinasi Covid-19 Pemkab Semarang menyediakan total 623.943 dosis vaksin."

"Itu terbagi bagi tenaga kesehatan sebanyak 4.575 dosis, publik 36.740 dosis, masyarakat rentan 207.597 dosis."

"Pelaku ekonomi 259.173 dosis, dan umum 115.459 dosis," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (11/1/2021).

Menurut Ani, untuk pelaksanaan vaksinasi dengan sasaran tenaga kesehatan bakal dilangsungkan pada periode Januari-April 2021.

Dia menambahkan, antisipasi munculnya penolakan dari masyarakat jajarannya akan melakukan pendekatan serta memberikan pemahaman.

Pihaknya juga senantiasa sosialisasi ke semua lini melibatkan kelompok masyarakat.

"Kami juga akan mengajak tokoh masyarakat, dan agama terkait manfaat serta tujuan dari vaksinasi," katanya.

Ani menyatakan, stok vaksin sementara ini masih tersimpan atau berada di tingkat provinsi dan belum sampai ke Kabupaten Semarang.

Menurutnya, dalam pekan ini diperkirakan vaksin akan dikirim ke Kabupaten Semarang.

Pihaknya mengungkapkan, sampai sejauh ini fasilitas kesehatan seperti Posyandu maupun Puskesmas tetap berjalan sebagaimana biasanya.

"Kami dalam masa Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) ini belum ada rencana rapid acak maupun tes antigen."

"Lalu, tracing, testing, treatment rawat atau isolasi," ujarnya. (M Nafiul Haris)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Baca juga: Proses Akad Nikah di Banyumas Hanya Boleh Dihadiri 10 Orang, Pengantin Wajib Pakai Sarung Tangan

Baca juga: 5 Berita Populer: Polisi Tangkap Pelaku Jual Beli Landak Banyumas-Daftar 23 Wilayah PSBB di Jateng

Baca juga: Tetap Berproduksi, Pengrajin Tahu Purwokerto Pilih Naikkan Harga setelah Harga Kedelai Impor Meroket

Baca juga: Tak Sekadar di Pasar Wage Purwokerto, Dua Pasar di Banyumas Juga Senasib, Cabai Diolesi Cat Merah

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved