Berita Banyumas

Takut Covid-19, Youtuber Banyumas Pagari Rumah Pakai Seng. Belanja dan Temui Tamu dari Balik Seng

Itu sebabnya, dia memasang seng berukuran 12 x 9 meter mengelilingi depan dan samping halaman rumah, sejak dua pekan lalu.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Sabar Suharno (45), Warga RT 02 RW 10, Desa Ajibarang Wetan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas memagari rumah menggunakan seng agar tak tertular virus Corona, Jumat (8/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan memakai sabun, dan menjaga jarak) di anggap Sabar Suharno (54) tak cukup untuk melindungi diri dan keluarga dari penularan Covid-19.

Warga Warga RT 02 RW 10, Desa Ajibarang Wetan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, itu kemudian memasang pagar seng mengelilingi rumahnya untuk mencegah virus menyerang keluarga.

Sabar mengakui dirinya sangat khawatir tertular virus corona. Itu sebabnya, dia memasang seng berukuran 12 x 9 meter mengelilingi depan dan samping halaman rumah, sejak dua pekan lalu.

Bahkan, untuk memantau pergerakan orang luar yang akan masuk dan berlalu-lalang di depan rumahnya, Sabar memasang kamera pengawas atau CCTV di setiap sudut rumah.

Baca juga: Resah, Pelaku Wisata di Banyumas Berharap Objek Wisata Tak Tutup Lagi

Baca juga: Kasus Covid-19 di Banyumas Belum Terkendali, Rata-rata Ada 3 Kematian Per Hari

Baca juga: Bakal Diterapkan Pembatasan Kegiatan, Kasus Covid-19 di Banyumas Per Hari Ini Tembus 5.070 Orang

Baca juga: Selain Banyumas Raya, 2 Wilayah di Jateng Ini Juga Harus Melakukan Pembatasan Kegiatan 11-25 Januari

Jendela-jendela rumah yang langsung menghadap keluar rumah juga ditutup seng.

Untuk kebutuhan makan sehari-hari, dia membeli dari pedagang keliling dari dalam seng. Sementara anaknya, membeli secara daring.

Sabar berkomitmen memagari rumahnya menggunakan seng sampai wabah Covid-19 dinyatakan terkendali.

"Dikatakan sumpek, ya sumpek. Tapi, saya tetap menyediakan ruang terbuka untuk saya berjemur saat pagi hari," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (8/1/2021).

Sabar mengungkapkan, ketakutannya tertular Covid-19 ini bukan tanpa alasan.

Dia berpatokan pada data yang disuguhkan pemerintah dan kondisi di Banyumas, dimana jumlah kasus Covid-19 terus menanjak.

"Setahu saya, di desa sini, sudah hampir 50 orang yang positif. Artinya, virus ini sangat dekat dan nyata," ucapnya.

Alasan lain, dia ingin menjaga kesehatan anaknya yang akan pergi ke Mesir.

"Dua anak saya hafiz, satu di antaranya akan pergi ke Mesir dalam waktu dekat ini untuk belajar. Jadi, saya ingin melindungi dia," katanya.

Sabar Suharno (45) ditemui di rumahnya, Jumat (8/1/2021). Warga RT 02 RW 10, Desa Ajibarang Wetan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, itu memagari rumah menggunakan seng lantaran takut tertular virus corona
Sabar Suharno (45) ditemui di rumahnya, Jumat (8/1/2021). Warga RT 02 RW 10, Desa Ajibarang Wetan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, itu memagari rumah menggunakan seng lantaran takut tertular virus corona (TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI)

Cara memagari rumah menggunakan seng agar terhindar dari corona, memang dipandang orang, unik dan tidak biasa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved