Berita Pendidikan
Data Milik 125 Ribu Mahasiswanya Dikabarkan Bocor, Ini Jawaban Undip Semarang
Data milik 125 ribu mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dikabarkan bocor. Kabar ini beredar di media sosial Twitter.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: rika irawati
Selain berdasarkan ketidakcocokan data yang dilakukan uji sampling dalam investigasi, lanjutnya, Undip telah melakukan mitigasi sistem agar server tidak mudah diretas.
Baca juga: Kesal Kasus Covid-19 Tak Kunjung Berkurang, Presiden Jokowi Wacanakan Kemungkinan Indonesia Lockdown
Baca juga: Selain Banyumas Raya, 2 Wilayah di Jateng Ini Juga Harus Melakukan Pembatasan Kegiatan 11-25 Januari
Baca juga: Sambil Menunggu Vaksin Covid-19 Tiba, Ini yang Dilakukan Dinkes Banyumas
Baca juga: Sambil Menangis, Suami Berlari dan Memeluk Ibu Pembunuh Anak di Temanggung saat Rekonstruksi
Satu di antaranya, setiap mahasiswa, pengajar maupun alumni yang masuk sistem dengan akun pribadi, selalu diminta mengubah password akunnya secara otomatis.
Dari hal itu, ia menyimpulkan, kabar bocornya data 125 ribu mahasiswa tidak benar.
Bahkan, sistem di Undip masih berjalan normal dan data mahasiswa yang tersimpan di server masih aman.
"Investigasi ini sampai kapan, kami juga belum tahu. Karena investigasi tak hanya memastikan data itu aman tetapi juga mengumpulkan bukti-bukti, termasuk jejak digital untuk langkah selanjutnya," jelasnya.
Langkah lanjutan yang dimaksud yaitu langkah hukum. Dwi menyatakan, Undip akan mengambil langkah hukum terkait kejadian tersebut.
Menurutnya, beredarnya kabar 125 ribu data mahasiswa telah bocor sudah mengganggu nama baik Undip.
"Kami mengumpulkan bukti-bukti, termasuk jejak digital. Kan UU ITE sudah jelas sehingga ancaman pidananya juga sudah jelas. Nanti proses hukum ditangani kantor bagian hukum Undip," ancamnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/plt-wakil-rektor-iii-undip-dwi-cahyo-utomo.jpg)