Selasa, 12 Mei 2026

Berita Internasional

Pendiri Alibaba Jack Ma Menghilang sejak Akhir Oktober, Setelah Mengkritik Pemerintah Tiongkok

Pendiri Alibaba, Jack Ma, menghilang dari muka publik sejak akhir Oktober. Dia dilaporkan mulai tak terlihat setelah mengkritik pemerintah Tiongkok.

Tayang:
Editor: rika irawati
ANTARA FOTO/INASGOC/Wahyudin
CEO Alibaba Group Jack Ma (tengah) menyemarakkan Upacara Penutupan Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (2/9/2018). 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Pendiri Alibaba, Jack Ma, menghilang dari muka publik sejak akhir Oktober. Dia dilaporkan mulai tak terlihat setelah mengkritik pemerintah Tiongkok.

Kicauan terakhirnya di Twitter diunggah pada bulan yang sama. Padahal, ia dikenal sebagai sosok yang rutin membagikan beberapa twit dalam satu hari.

Hilangnya Ma menjadi makin mencolok setelah tak menghadiri final acara Africa's Business Heroes, sebuah reality show bikinan dia sendiri.

Posisinya sebagai juri digantikan seorang eksekutif Alibaba.

Dalam sebuah keterangan, pihak Alibaba mengatakan bahwa Ma terpaksa diganti karena masalah waktu.

"Karena jadwalnya berbenturan, Bapak Ma tidak lagi menjadi juri dalam final Africa’s Business Heroes," ujar Alibaba.

Baca juga: Datang Langsung, Kades Nampirejo Temanggung Minta Maaf ke Masyarakat Banyumas terkait Cabai Bercat

Baca juga: Cegah Kerumunan, Penerima Vaksinasi Covid-19 di Banyumas Bakal Dijadwal Berdasarkan Undangan

Baca juga: Pebulu Tangkis Kevin Sanjaya Positif Covid-19, The Minions Absen di Tiga Turnamen di Thailand

Baca juga: Diserbu Wisatawan saat Libur Natal dan Tahun Baru, Kawah Sikidang Dieng Tutup 4-8 Januari 2021

Namun, absennya Ma di acara tersebut tetap menimbulkan keheranan. Apalagi, namanya ikut dihapus dari website acara dan tidak diikutsertakan dalam sebuah video promosional.

Kabar menghilangnya Jack Ma ikut membuat heboh warganet.

Berdasarkan pantauan KompasTekno pada Senin (4/1/2021) siang, nama Jack Ma menduduki peringkat kedelapan pada trending topic di Twitter.

Tercatat, ada lebih dari 26.000 twit yang menyebut namanya.

Ma mendadak "hilang" setelah melontarkan kritik pedas terhadap regulator finansial dan perbankan China dalam sebuah pidato di Shanghai, 24 Oktober lalu.

Dia menuding bahwa bank-bank di China beroperasi dengan mentalitas "rumah gadai" menyangkut jaminan untuk kredit, sementara regulasi perbankan yang berlaku dinilainya menghambat inovasi dan harus direformasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pernyataan Ma agaknya membuat panas telinga pemerintah China yang kemudian memperketat regulasi bisnis fintech sehingga perusahaan Ant Group dari Alibaba gagal melantai di bursa.

Jack Ma merupakan tokoh terkenal di ranah domestik China dan dunia internasional.

Pria berusia 56 tahun ini adalah salah satu orang terkaya di Negeri Tirai Bambu dengan nilai harta setidaknya 62 miliar dollar AS (sekitar Rp 861 triliun).

Baca juga: Pertengahan 2021, BRT Trans Jateng Rute Semarang-Gubuk Siap Dioperasikan

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Banyumas Dimulai 22 Januari 2021, Prioritas Tenaga Kesehatan

Baca juga: 62.560 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Jateng, Ganjar: Saya Harap Ada 10 Kiai Mau Divaksin Lebih Dulu

Baca juga: Sebelum Gunakan Cat Semprot, Tersangka Pengecatan Cabai di Banyumas Uji Coba Pakai Minyak Cengkih

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved