Breaking News:

Berita Jateng

62.560 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Jateng, Ganjar: Saya Harap Ada 10 Kiai Mau Divaksin Lebih Dulu

Sebanyak 62.560 dosis vaksin Sinovac yang akan didistribusikan di wilayah Jawa Tengah telah sampai di gudang penyimpanan di Ngaliyan, Kota Semarang.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Gubernur Ganjar saat meninjau gudang penyimpanan vaksin di Ngaliyan, Kota Semarang, Senin (4/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Sebanyak 62.560 dosis vaksin Sinovac yang akan didistribusikan di wilayah Jawa Tengah telah sampai di gudang penyimpanan di Ngaliyan, Kota Semarang, Senin (4/1/2021) dini hari.

Vaksin tahap pertama ini akan diberikan kepada tenaga kesehatan. Meski begitu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuka peluang, warga pondok pesantren terutama para kiai dan nyai, bisa masuk dalam prioritas vaksinasi.

"Bisa saja (kiai masuk prioritas). Seumpamanya dilist, ada tenaga medis lalu pewakilan tokoh masyarakat, tokoh agama, termasuk kiai, itu sangat menyenangkan dan bagus," kata Ganjar seusai menghadiri diskusi dengan Rabithoh Ma’ahidil Ilaiyyah (RMI) Nahdlatul Ulama Jateng dan Fraksi PKB DPRD Jateng, Senin.

Baca juga: Vaksin untuk Jateng Tiba di Kota Semarang, Gubernur Ganjar: Vaksinasi Mulai 14 Januari

Baca juga: Kamu Termasuk Calon Penerima Vaksin Covid-19? Berikut Link Cek Status Vaksinasi, Cukup Masukkan NIK

Baca juga: Sasaran Penerima Vaksin Sudah Dilaporkan, Dinkes Temanggung: Pemetaan Sekadar Rentan Usia

Baca juga: 372.080 Warga Batang Diusulkan Jadi Penerima Vaksin Covid-19, Berikut Hasil Pendataan Dinkes

Menurutnya, harus ada teladan atau tokoh yang bisa mengawali untuk divaksin agar bisa memberikan contoh kepada masyarakat.

Meskipun demikian, harus diperhatikan syarat penerima vaksin. Yakni, dari sisi kesehatan dan usia penerima.

"Kalau di Jateng ada perwakilan (penerima vaksin) 10 kiai kerso (mau), menurut saya, itu hebat banget. Saya senang banget jika kiai nomor satu. Itu mungkin terjadi hanya di Jateng," ujarnya.

Ia menambahkan, rencananya, pendistribusian vaksin akan dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

Saat ini, pihaknya masih menyusun daftar penerima vaksin gelombang pertama. Ganjar mengatakan, secara keseluruhan, pihaknya mengusulkan pengadaan vaksin sebanyak 600 ribu.

Berdasarkan data di RMI, hingga November 2020, sudah ada 207 kiai dn nyai yang wafat dengan dugaan terpapar covid. Sementara, untuk virus Covid-19 ditemukan di sekitar 110 pondok pesantren. (*)

Baca juga: Sebelum Gunakan Cat Semprot, Tersangka Pengecatan Cabai di Banyumas Uji Coba Pakai Minyak Cengkih

Baca juga: Tetap Berproduksi, Pengrajin Tahu Purwokerto Pilih Naikkan Harga setelah Harga Kedelai Impor Meroket

Baca juga: Kabur ke Rumah Kontrakan di Tegal, Pencuri Kabel di Jembatan Tonjong Banyumas Berhasil Diamankan

Baca juga: Dianggap Jadi Biang Masalah Pemerataan Pendidikan, Status Guru Nanti Tak Lagi CPNS Tapi PPPK

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved