Breaking News:

Berita Internasional

Arab Saudi Cabut Larangan Perjalanan Sementara, Pelancong Asal Inggris Masih Dibatasi

Arab Saudi mencabut larangan perjalanan sementara ke wilayah mereka. Hal ini disampaikan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, Minggu (3/1/2021).

Editor: rika irawati
AFP/GETTY IMAGES via BBC Indonesia
Para anggota tim medis dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi menunggu rombongan pertama calon jemaah haji di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, pada 25 Juli 2020. 

TRIBUNBANYUMAS.COM – Arab Saudi mencabut larangan perjalanan sementara ke wilayah mereka. Hal ini disampaikan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, Minggu (3/1/2021).

Melansir Arab News, Minggu, larangan tersebut berlaku pada Desember 2020 sebagai langkah pencegahan terkait deteksi varian baru Covid-19 yang terjadi di sejumlah negara.

Melalui pernyataan yang disiarkan Saudi Press Agency, kementerian tersebut mengumumkan bahwa perjalanan memasuki Arab Saudi melalui jalur darat, laut, dan udara akan dilanjutkan pada Minggu pukul 11.00 waktu setempat.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Muncul di Eropa, Arab Saudi Tutup Sementara Penerbangan Internasional

Baca juga: Pendaftaran Mulai Dibuka, Pemerintah Arab Saudi Segera Berikan Vaksin Gratis ke Warga

Baca juga: Kementerian Sosial Salurkan Tiga Bansos Mulai Besok, Ada 38,8 Juta Penerima

Baca juga: Siaga, Gunung Merapi Luncurkan Guguran Material Sepanjang 1.500 Meter Arah Kali Lamat

Kendati sudah bisa memasuki negara tersebut, sejumlah pembatasan diberlakukan bagi para pelancong yang bukan warga Arab Saudi, serta pelancong dari Inggris, Afrika Selatan, dan negara lain yang telah mendeteksi varian baru Covid-19.

Adapun, pembatasan tersebut adalah mereka harus meninggalkan negara-negara tersebut setidaknya 14 hari sebelum memasuki Arab Saudi.

Sementara itu, warga Arab Saudi yang diizinkan masuk dari negara-negara dengan varian baru Covid-19 untuk kasus-kasus kemanusiaan dan esensial wajib tinggal di rumah mereka selama 14 hari untuk observasi.

Varian baru Covid-19 di negara lain Kasus varian baru Covid-19 yang pertama kali terdeteksi di Inggris Raya telah dilaporkan di negara-negara Eropa termasuk Perancis, Swedia, dan Spanyol.

Tidak hanya itu, varian baru tersebut juga dilaporkan telah terdeteksi di Afrika Selatan, Yordania, Kanada, dan Jepang.

Arab Saudi telah menggelontorkan vaksin untuk Covid-19 dimulai dengan mereka yang dianggap berisiko tinggi.

Negara tersebut juga telah mengalami penurunan yang stabil dalam jumlah kasus baru dan kematian akibat Covid-19.

Pada Sabtu (2/1/2021), Kementerian Kesehatan mencatat hanya 101 kasus baru.

Jumlah tersebut merupakan jumlah terendah dalam sembilang bulan dengan dua wilayah melaporkan nol kasus.

Baca juga: Evaluasi Program Jiwong Jiga: Data Lansia Komorbid di Banyumas Tak Update

Baca juga: Dinkes Temanggung Terima Bantuan 1000 Alat Reagen, Ini Kelompok Sasaran Swab Antigen Gratis

Baca juga: Diduga Terpeleset, Penderes Nira di Ajibarang Banyumas Ditemukan Tewas di Bawah Pohon Kelapa

Baca juga: Salatiga Masih Zona Merah Covid-19, Disdik Perpanjang Pembelajaran Jarak Jauh

Arab Saudi memiliki 362.488 orang yang telah tertular penyakit tersebut sejak Covid-19 pertama kali terdeteksi di Wuhan, China pada Desember 2019.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.772 kasus masih aktif dan 401 dalam kondisi kritis. Sementara itu, angka kematian per 1 Januari 2021 di Arab Saudi akibat Covid-19 adalah 6.230. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penerbangan ke Arab Saudi Sudah Diizinkan Kembali".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved