Breaking News:

Berita Banyumas

Polresta Banyumas Pantau Pergerakan FPI di Markas Cilongok

Polresta Banyumas memantau pergerakan FPI Banyumas, termasuk markas FPI di Kecamatan Cilongok.

Editor: rika irawati
ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
Petugas membongkar atribut-atribut saat melakukan penutupan markas DPP Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Polisi dan TNI menutup markas FPI setelah pemerintah memutuskan untuk membubarkan organisasi pimpinan Rizieq Shihab itu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Polresta Banyumas memantau pergerakan FPI Banyumas, termasuk markas FPI di Kecamatan Cilongok.

Pemantauan ini dilakukan setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan membubarkan organisasi masyarakat pimpinan Rizieq Shihab tersebut.

Sebelumnya, Menteri Politik Hukum dan HAM Mahfud MD menyatakan, ormas FPI dibubarkan atau tidak diperpanjang izinnya.

Kasat Intelkam Polresta Banyumas Kompol Sulistiono saat berada di ruang kerjanya, Jumat (1/1/2021).
Kasat Intelkam Polresta Banyumas Kompol Sulistiono saat berada di ruang kerjanya, Jumat (1/1/2021). (TRIBUNBANYUMAS/Istimewa)

Kasat Intelkam Polresta Banyumas Kompol Sulistiono mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan lebih lanjut.

"Kami tetap melakukan pemantauan di Cilongok. Anggota kami masih di sana, di Cilongok, dan sudah dari tadi malam kami ke sana. Kalau di Banyumas, landai-landai saja," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (1/1/2021).

Baca juga: FPI di Banyumas Dilarang Berkegiatan, Termasuk Mengibarkan Bendera

Baca juga: Lalu Lintas Menuju Baturraden Terpantau Lengang, Polresta Banyumas: Terima Kasih Atas Kepatuhannya

Baca juga: Pemudik Asal Bandung Positif Covid-19 dari Hasil Rapid Test di Jembatan Timbang Ajibarang Banyumas

Baca juga: Banyumas Menuju Puncak Pandemi dan Lanjut Hingga 2021, Berikut Penjelasan Ahli Epidemiologi Unsoed

Menurut Sulis, respon mereka terkait keputusan pembubaran itu cukup menerima dengan tidak ada tindakan serius.

"Kalau dibilang menerima atau tidak, mereka tentunya harus menerimanya karena itu kan sudah keputusan bersama dari beberapa menteri, Panglima TNI, dan Kapolri," jelasnya.

Ia mengatakan, anggota FPI yang murni di Kabupaten Banyumas hanya ada sekitar 40 orang.

Kegiatan mereka di Banyumas, dikatakannya, tidak terlalu sering melakukan aksi.

Terkait logo, bendera, ataupun ornamen FPI, Polresta Banyumas hingga saat ini belum melakukan penyitaan karena harus menunggu instruksi dari pemerintah pusat.

"Terkait hal itu, kami masih menunggu koordinasi lebih lanjut," tuturnya. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Selamat, Hyun Bin dan Son Ye Jin Pacaran

Baca juga: Ini Alasan Petani di Temanggung Semprot dan Jual Cabai Hijau Pakai Cat Warna Merah

Baca juga: Malam Pergantian Tahun di Kota Tegal Sepi, Wakil Wali Kota: Terima Kasih atas Kesadaran Masyarakat

Baca juga: Malam Tahun Baru 2021 di Purbalingga: 2 Kafe Ditutup Paksa, Anak Punk Diantar ke Tujuan

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved