Breaking News:

Berita Banyumas

FPI di Banyumas Dilarang Berkegiatan, Termasuk Mengibarkan Bendera

Bakesbangpol Banyumas melarang segala kegiatan yang mengatasnamakan FPI, semisal pengibaran bendera ormas maupun simbol-simbolnya.

Tribunnews.com
Imam besar FPI Rizieq Shihab. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banyumas melarang segala kegiatan yang mengatasnamakan FPI, semisal pengibaran bendera ormas maupun simbol-simbolnya.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Banyumas Setia Rahendra mengatakan, kebijakan ini dikeluarkan lantaran pemerintah pusat telah membubarkan FPI.

"Jika tetap membawa simbol gambar FPI, apalagi kegiatannya meresahkan masyarakat dan mengganggu kamtibmas, sweeping, tentu saja kami akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum," ungkapnya, Jumat (1/1/2021).

Baca juga: Video Cabai Rawit Diduga Dicat Merah Ditemukan di Banyumas

Baca juga: Tak Sekadar di Pasar Wage Purwokerto, Dua Pasar di Banyumas Juga Senasib, Cabai Diolesi Cat Merah

Baca juga: Catatan Akhir Tahun BNNK Banyumas: Rehabilitasi, 80 Persen Pengguna Narkoba Usia 15 Hingga 20 Tahun

Baca juga: Korban Tenggelam di Sungai Kaligatel Banyumas Sudah Ditemukan, Jaraknya 6 Km dari Lokasi Awal

Hendra menuturkan, jika FPI di Kabupaten Banyumas mengganti nama dan berusaha mendirikan ormas lain maka perlu adanya pendaftaran hingga pengurusan dokumen.

"Harus didaftarkan kalau mau legal. Kalau tidak didaftarkan, berarti ilegal. Banyak persyaratannya, semisal anggaran dasar, anggaran rumah tangga, dan yang pasti tidak boleh bertentangan UUD, Pancasila," katanya.

Kemudian, harus pula didaftarkan di instansi terkait Kementrian Hukum dan HAM, dan sebagainya. Nantinya, juga ada proses verifikasi yang cukup panjang.

Jika memang telah memenuhi unsur-unsur terkait baru organisasi tersebut dinyatakan legal.

Di Banyumas, Bakesbangpol mencatat, massa FPI ada sekitar 200 orang, tersebar di beberapa wilayah.

Namun demikian, menurutnya, FPI di Banyumas selama ini tidak melakukan kegiatan yang bersifat menganggu kamtibmas.

"Mereka juga sering audiensi dengan Kesbangpol, bahkan kemarin, saat ada baliho terkait Habib Rizik Sihab, saat kami minta diturunkan, mereka menurunkan secara mandiri," ujarnya. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Malam Pergantian Tahun di Kota Tegal Sepi, Wakil Wali Kota: Terima Kasih atas Kesadaran Masyarakat

Baca juga: Malam Tahun Baru 2021 di Purbalingga: 2 Kafe Ditutup Paksa, Anak Punk Diantar ke Tujuan

Baca juga: Rampok Minimarket di Temanggung, Pria Ini Mengaku Gunakan Uang untuk Membeli Makan bagi Warga Miskin

Baca juga: Hasil Operasi Cipta Kondisi Polres Purbalingga, Miras Berbagai Merek dalam 3.629 Botol Dimusnahkan

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved