Breaking News:

Berita Narkotika

Catatan Akhir Tahun BNNK Banyumas: Rehabilitasi, 80 Persen Pengguna Narkoba Usia 15 Hingga 20 Tahun

Selama 2020 ini BNNK Banyumas telah melakukan pemetaan terhadap 7 jaringan narkoba dimana ada 1 jaringan yang telah terungkap.

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Konferensi pers BNNK Banyumas, terkait rilis akhir tahun di Kantor BNNK Banyumas, Selasa (29/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Sepanjang 2020, BNNK Banyumas telah menyita sekira 50 gram narkotika jenis sabu dari empat tersangka yang ditangkap.

Terkait pemberantasan narkoba selama 2020, ada empat berkas yang telah selesai ditangani, P21 sampai putusan pengadilan.

Dari keempat kasus tersebut 3 kasus adalah carry over pada 2019 dimana tiga tersangka dengan putusan masing-masing 11 tahun, 8 tahun, dan 6 tahun.

Baca juga: Korban Tenggelam di Sungai Kaligatel Banyumas Sudah Ditemukan, Jaraknya 6 Km dari Lokasi Awal

Baca juga: Objek Wisata di Banyumas Tetap Buka saat Libur Tahun Baru, Begini Tata Cara Berkunjungnya

Baca juga: Pemudik Asal Bandung Positif Covid-19 dari Hasil Rapid Test di Jembatan Timbang Ajibarang Banyumas

Baca juga: Banyumas Menuju Puncak Pandemi dan Lanjut Hingga 2021, Berikut Penjelasan Ahli Epidemiologi Unsoed

Sementara itu satu kasus di 2020, tersangka diputus 6 tahun 3 bulan dengan denda Rp 1 miliar.

Selama 2020 ini BNNK Banyumas juga melakukan pemetaan terhadap 7 jaringan narkoba dimana ada 1 jaringan yang telah terungkap.

Sementara itu, terkait rehabilitasi jumlah penyalahguna yang telah direhabilitasi di Klinik Pratama Adiksia Medik,a BNN Kabupaten Banyumas ada 56 orang.

"Rehabilitasi 2019 itu ada 120 orang, tahun ini menurun memang."

"Kebanyakan mereka adalah berusia 15-20 tahun atau 80 persen," ujar Kepala BNNK Banyumas, Agus Untoro kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (29/12/2020).

Agus memaparkan jika presentase tersebut masih sama dengan tahun sebelumnya.

Meskipun diakuinya, penyalahguna narkotika yang berusia di atas 50 tahun juga ada.

"Umumnya karena pergaulan, teman bermain, dan lingkungan."

"Biasanya mereka membentuk pertemanan walaupun ada juga yang diperparah kondisi keluarga yang tidak kondusif," jelasnya.

Selama setahun ini dia berkata, komunikasi, informasi, dan edukasi masyarakat terkait penyuluhan narkoba tidak optimal karena pandemi Covid-19.

Adanya pandemi edukasi dan sosialisasi pada 2020 sebanyak 81 kali atau 13.031 orang.

Sementara itu deteksi dini berupa test urine BNNK Banyumas telah melaksanakan sebanyak 299 kali atau total kepada 718 orang. (Permata Putra Sejati)

Baca juga: Pedagang Persoalkan Los Pasar Pagi Kaliwungu Kendal: Ukurannya Kok Lebih Kecil Dibanding Sebelumnya

Baca juga: Ansor Jateng: Miris, Bandungan Semarang Jadi Lokasi Latihan Jaringan Terorisme

Baca juga: Yoyok Sukawi Tak Risau Kehilangan Pemain, PSIS Semarang Sudah Sepakat Sejak Awal Pandemi

Baca juga: Hasil Pilkada Kabupaten Blora, KPU Belum Bisa Tetapkan Paslon Terpilih, Ini Penyebabnya

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved