Berita Jawa Tengah
Wisatawan Wajib Rapid Test Antigen? Penegasan Disparpora Karanganyar: Tidak Ada Kebijakan Itu
saat ditanya terkait kebijakan menyertakan hasil rapid antigen bagi wisatawan luar daerah, Disparpora Kabupaten Karanganyar, memang disarankan ada.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Kepala Disparpora Kabupaten Karanganyar menegaskan tidak ada kebijakan untuk melakukan rapid test antigen di objek wisata.
Titis sapaan akrabnya menyampaikan, dinas terkait telah menyiapkan sarana dan prasarana serta SOP terkait protokol kesehatan.
Baik itu melalui imbauan bagi pengelola usaha wisata supaya membentuk Satgas Covid-19 mandiri.
Baca juga: Polres Karanganyar: Jangan Sampai Tempat Hiburan Malam Abaikan Larangan Kami, Begini Risikonya
Baca juga: Keprihatinan Libur Natal di Candi Cetho Karanganyar, Jumlah Pengunjung Tak Seramai Tahun Lalu
Baca juga: Bantu Petani di Karanganyar, Secara Bertahap Diesel Bakal Diganti Meteran Listrik Ramah Lingkungan
Baca juga: Jika Terjadi Kemacetan, Berikut Ini Penerapan Rekayasa Lalu Lintas di Karanganyar
Serta menyarankan untuk menaikkan harga tiket masuk tempat wisata guna mengurangi jumlah pengunjung tanpa harus kehilangan pemasukan.
"Kami siap dengan berbagai sarana dan prasarana, SOP."
"Jadi insya Allah wisata di Karanganyar aman."
"Soal ada kebijakan, katanya rapid nyatanya tidak ada."
"Kami sampai cek juga objek wisata di luar daerah."
"Kami meluruskan saja kalau memang faktanya tidak ada kebijakan untuk Kabupaten Karanganyar, rapid test di kawasan objek."
"Kami juga tidak ada informasi dari provinsi melakukan rapid test di objek wisata," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (26/12/2020).
Namun saat ditanya terkait kebijakan menyertakan hasil rapid antigen bagi wisatawan luar daerah, lanjut Titis, memang disarankan ada.
Akan tetapi itu diperuntukan bagi wisatawan luar daerah Jawa Tengah.
"Kami ingin memberikan rasa tenang kepada pengunjung."
"Teruskan saja perjalanan wisata ke Karanganyar, tapi tetap menerapkan protokol kesehatan," ucapnya. (Agus Iswadi)
Baca juga: Dugaan Politik Uang Pilkada Kebumen, Relawan Koko Minta Gakumdu Usut Tuntas
Baca juga: Luwesnya Sinterklas Menari Sufi di Gereja St Theresia Majenang, Begini Suasana Misa Natal di Cilacap
Baca juga: Banyumas Menuju Puncak Pandemi dan Lanjut Hingga 2021, Berikut Penjelasan Ahli Epidemiologi Unsoed
Baca juga: Merokok Tingwe Sudah Jadi Gaya Hidup Anak Muda Purwokerto, Berikut Pengakuan Mereka