Penanganan Corona
Kisah 83 Warga Karanggambas Purbalingga Sembuh Covid-19, Kini Mereka Percaya dan Disiplin Prokes
Persepsi warga berubah setelah virus itu benar-benar menyerang keluarga, tetangga, kerabat, bahkan mereka sendiri.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
Sehingga virus itu tidak menyebar ke warga lain.
Beruntung rata-rata pasien hanya bergejala ringan.
Sehingga mereka diperbolehkan menjalani isolasi mandiri di rumah.
Peran Satgas Covid-19 Desa Karanggambas dikuatkan untuk membantu menangani dan menekan penyebaran di desa.
Selama masa karantina, Pemerintah Desa Karanggambas menanggung biaya makan Rp 50 hari per Kepala Keluarga (KK) setiap harinya.
Ini untuk meringankan beban mereka yang perekonomiannya terganggu karena harus isolasi.
Satgas Covid-19 menyuplai kebutuhan pasien tiap harinya agar mereka tenang menjalani proses penyembuhan.
Musibah ini membuat warga saling berempati dan bahu membahu untuk melawan virus itu.
Bukan hanya masyarakat di desa yang peduli.
Warga yang bekerja di perantauan, khususnya Jakarta pun turut menunjukkan kepeduliannya.
Mereka rela iuran untuk membantu memenuhi kebutuhan para pasien yang tengah berjuang melawan penyakitnya, termasuk untuk membeli vitamin.
"Warga yang bekerja di Jakarta iuran, lalu dibelikan untuk kebutuhan warga yang isolasi, termasuk vitamin," katanya.

Baca juga: Merokok Tingwe Sudah Jadi Gaya Hidup Anak Muda Purwokerto, Berikut Pengakuan Mereka
Baca juga: Banyumas Menuju Puncak Pandemi dan Lanjut Hingga 2021, Berikut Penjelasan Ahli Epidemiologi Unsoed
Tiap RT juga rela merogoh kas kampung untuk penanggulangan Covid-19, termasuk untuk penyemprotan disinfektan di lingkungan masing-masing.
Musibah ini bukan untuk diratapi, namun diatasi dengan langkah konkret.
Kasus Covid-19 yang meluas di desa itu nyatanya tidak membuat warga, khususnya pasien frustasi.