Penanganan Corona
Kisah 83 Warga Karanggambas Purbalingga Sembuh Covid-19, Kini Mereka Percaya dan Disiplin Prokes
Persepsi warga berubah setelah virus itu benar-benar menyerang keluarga, tetangga, kerabat, bahkan mereka sendiri.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
Pria itu sempat mengeluh sakit dan dibawa ke Puskesmas, lalu dirujuk ke rumah sakit.
Hingga ia dinyatakan positif Covid-19 dari hasil tes swab.
Hasil tracing, ibu pasien yang tinggal juga positif terinfeksi Covid-19.
Ibu tersebut rupanya sempat mengikuti pengajian rutin Jumat bersama yang lain sedesanya.
Baca juga: Dampak Longsor di Desa Bantar Banjarnegara Masih Terasa, Begini Cerita Perjuangan Warga Saat Ini
Baca juga: Sistem Prokes Sudah Siap, SMAN 1 Batur Banjarnegara Ingin Segerakan Pembelajaran Tatap Muka
Baca juga: Vaksin Sinovac Sudah Masuk Indonesia, Berikut Rekomendasi Resmi ALMI Banjarnegara
Siapa sangka, 35 anggota pengajian yang sempat satu majelis dengan pasien juga dinyatakan positif seusai dilakukan tes usap.
Tracing tidak berhenti di situ.
Seorang mantri atau perawat yang sempat memeriksa pasien pertama pun turut dites usap.
Ibu dan pembantunya yang tinggal serumah ikut terpapar positif Covid-19.
Mantri tersebut ternyata sempat mengikuti pertemuan warga di kampungnya.
Sebanyak 20 warga yang hadir dalam pertemuan itu kemudian dites usap.
10 orang di antaranya dinyatakan positif Covid-19.
Selain mereka yang mengikuti tes usap massal, ada pula warga yang menjalani tes usap secara mandiri di Puskesmas Padamara.
"Awal 52 warga positif, kemudian tambahan terakhir 31 warga."
"Total 83 warga positif Covid-19," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (26/12/2020).
Banyaknya warga yang terpapar Covid-19 menuntut perhatian lebih.