Berita Banjarnegara

Dampak Longsor di Desa Bantar Banjarnegara Masih Terasa, Begini Cerita Perjuangan Warga Saat Ini

Jalan itupun, menurut Kepala Desa Bantar, Eko Purwanto, sudah bisa dilalui kendaraan, meski terbatas hanya roda dua.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Begini kondisi jalur yang berlumpur, sulitnya pengendara mengakses jalan bekas longsor di Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara itu, Jumat (25/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Dampak bencana tanah longsor di Desa Bantar dan Desa Suwidak, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara hingga kini masih dirasakan warga setempat.

Akses jalan yang putus karena longsor mulai dibuka seusai diratakan menggunakan alat berat. 

Jalan itupun, menurut Kepala Desa Bantar, Eko Purwanto, sudah bisa dilalui kendaraan, meski terbatas hanya roda dua.

Baca juga: Sistem Prokes Sudah Siap, SMAN 1 Batur Banjarnegara Ingin Segerakan Pembelajaran Tatap Muka

Baca juga: Vaksin Sinovac Sudah Masuk Indonesia, Berikut Rekomendasi Resmi ALMI Banjarnegara

Baca juga: Tertangkap Lagi, Produsen Tuak di Banjarnegara Ini Belum Puas Divonis Sebulan Kurungan

Baca juga: Mengulang Dua Tahun Lalu, Ini Penjelasan Ilmiah Longsor Hebat di Desa Bantar Banjarnegara

Kendaraan roda empat belum bisa melintas karena kondisi medan yang berat. 

Masalahnya, meski bisa dilalui sepeda motor, pengendara harus ekstra hati-hati.

Sebab kondisi jalan berupa tanah yang licin saat terguyur hujan.

Warga bahkan harus saling membantu mendorong kendaraan pengendara lain karena kesulitan melintas. 

Adapun berbagai kebutuhan yang diangkut mobil untuk masuk ke desa itu harus dilangsir karena kondisi medan sulit. 

"Kalau hujan licin," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (26/12/2020). 

Tapi apalah daya, jalan itu jadi akses utama warga untuk terhubung dengan dunia luar.

Ada jalan alternatif via Dukuh Beji Desa Karangtengah, Wanayasa, namun kondisinya tak kalah parah. 

Kondisi jalan yang sulit diakses ini tak hanya menganggu mobilitas warga.

Perekonomian mereka pun ikut terpuruk.

Jalur yang longsor sekaligus jalur ekonomi untuk mengangkut berbagai kebutuhan pokok maupun hasil pertanian. 

Alhasil, kata Eko, harga kebutuhan pokok di desa terdampak menjadi lebih mahal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved