Breaking News:

Berita Kriminal

Tertangkap Lagi, Produsen Tuak di Banjarnegara Ini Belum Puas Divonis Sebulan Kurungan

TT diduga sebagai produsen miras yang memiliki jaringan cukup luas baik di wilayah Banjarnegara maupun luar daerah.

PEMKAB BANJARNEGARA
Petugas menunjukkan belasan gentong berisi tuak hasil sitaan di Kantor Satpol PP Kabupaten Banjarnegara, Rabu (23/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Satpol PP Kabupaten Banjarnegara menyita 14 gentong besar minuman keras jenis tuak

Tak hanya itu, petugas juga menangkap TT (50), warga Kelurahan Parakancanggah, Kecamatan Banjarnegara, Rabu (23/12/2020).

Ia diduga sebagai produsen miras yang memiliki jaringan cukup luas baik di wilayah Banjarnegara maupun luar daerah.

Baca juga: Jalur Bantar-Suwidak Wanayasa Banjarnegara Longsor, Penyaluran Logistik Korban Longsor Tersendat

Baca juga: Mengulang Dua Tahun Lalu, Ini Penjelasan Ilmiah Longsor Hebat di Desa Bantar Banjarnegara

Baca juga: Banjarnegara Belum Jadi Kabupaten Layak Anak, Wabup: Ada Beberapa Indikator yang Kurang

Baca juga: Kepada Andy F Noya, Bupati Banjarnegara Blak-blakan Alasan Membangun di Tengah Wabah Covid-19

Kepala Satpol PP Kabupaten Banjarnegara, Esti Widodo mengungkapkan, pelaku adalah pemain lama dan sudah diincar belakangan ini. 

“Setelah kami lakukan lidik, ditemukan satu tempat di sebelah Terminal Banjarnegara,” terang Esti kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (23/12/2020). 

Esti menambahkan, sampai saat ini pihaknya telah menyita 14 gentong besar warna merah berisi 1.000 liter.

Ditambah peralatan yang digunakan untuk produksi yaitu 10 jerigen sedang, 50 kilogram kayu laru (digunakan sebagai fermentasi).

Plastik pembungkus, dan uang tunai Rp 1,2 juta yang diduga dari hasil penjualan tuak.

“Semua barang bukti kami sita."

"Saudara TT sebenarnya pernah disidang dengan kasus yang sama pada 16 April 2020."

"Saat itu, dengan barang bukti 30 liter dan vonis kurungan percobaan satu bulan,” katanya.

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono mengatakan, bila TT mengulangi perbuatannya, pemerintah akan menempuh upaya hukum.

Pihaknya prihatin, bila Banjarnegara ada pembuat tuak dan miras oplosan yang merusak moral masyarakat.

“Kami sudah tugaskan kepada Satpol PP untuk menegakkan Perda dan bersiap perang melawan miras, dan masalah karaoke,” katanya. (Khoirul Muzakki)

Baca juga: Jumlah Pendaki Gunung Lawu Tetap Dibatasi, Maksimal 350 Orang, Ini Alasan Disparpora Karanganyar

Baca juga: 75 Atlet Berprestasi Dapat Insentif, Disparpora Karanganyar: Dana Latihan Pengembangan Mereka

Baca juga: Perayaan Tahun Baru Ditiadakan di Kebumen, Yazid Ingatkan Kembali Pentingnya Protokol Kesehatan

Baca juga: Dugaan Politik Uang Pilkada Kebumen, Relawan Koko Minta Gakumdu Usut Tuntas

Penulis: khoirul muzaki
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved