Breaking News:

Berita Banjarnegara

Jalur Bantar-Suwidak Wanayasa Banjarnegara Longsor, Penyaluran Logistik Korban Longsor Tersendat

Putusnya jalur Desa Bantar-Suwidak, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, mengakibatkan suplai bantuan logistik bagi warga terdampak longsor, terlambat.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Relawan membawa logistik secara manual untuk korban bencana longsor di Desa Suwidak dan Desa Bantar Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, Senin (21/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Putusnya jalur utama Desa Bantar-Suwidak, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, mengakibatkan suplai bantuan logistik untuk warga terdampak dan pengungsi pergerakan tanah di Desa Suwidak, terlambat.

Jalur satu-satunya ke daerah tersebut saat ini ambles sedalam empat meter.

Selain ambles, jalur itu juga tertutup material longsor tebing di atasnya. Sehingga, jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Staf Penanggulangan Bencana Alam sekaligus Humas PMI Banjarnegara M Alwan Rifai mengatakan, distribusi logistik saat ini dilakukan lewat cara estafet dari titik di Balai Desa Bantar.

Baca juga: PMI Banjarnegara: Korban Longsor Desa Suwidak Butuh Peralatan Sanitasi, Stok Makanan Menipis

Baca juga: Jalur Terputus Akibat Pergerakan Tanah, Penghubung Dua Desa di Wanayasa Banjarnegara

Baca juga: Longsor di Dawuhan Wanayasa Banjarnegara, 7 Rumah Terancam

Lantaran akses jalan putus, Balai Desa Bantar sekarang ini difungsikan sebagai dugang logistik darurat.

"Relawan melangsir barang bantuan dan logistik untuk keperluan warga dan dapur umum," jelas Alwan, Senin (21/12/2020).

Setelah dibawa secara estafet manual, barang bantuan dan logistik kemudian dinaikkan kendaraan menuju pos logistik dan dapur umum PMI.

Selanjutnya, logistik didistribusikan ke warga terdampak sesuai kebutuhan hasil assesment.

Proses pendistribusian bantuan pun butuh perjuangan berat mengingat kondisi medan yang sulit.

Relawan harus berjibaku dengan jalan yang licin dan potensi pergerakan tanah di lokasi jalan ambles. Terlebih, jika jalan sedang diguyur hujan.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Alam PMI Kabupaten Banjarnegara Andri Sulistyo mengatakan, putusnya akses utama penghubung ke Desa Suwidak itu juga menghambat masuknya donasi bantuan ke lokasi bencana alam.

Baca juga: Bupati Banyumas Wajibkan Wisatawan Luar Derah Tunjukkan Hasil Negatir Rapid Test Antigen

Baca juga: Polres Tegal Imbau Gereja Membentuk Satgas Pengamanan selama Natal, Berjaga 24 Jam Sehari

Baca juga: Dikira Tikus, Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Pegawai Toko Bahan Jok di Bak Sampah di Miroto Semarang

Baca juga: Tagar #2021BaliJatidiri Sampai Kantor Gubernur Lewat Karangan Bunga, Ganjar: Terimakasih Pak Yoyok

"Strategi serta perhitungan yang matang harus dilakukan saat distribusi bantuan. Mengingat, curah hujan saat ini masih tinggi serta potensi pergerakan tanah juga acap kali terjadi," ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, relawan mendirikan pos pantau di lokasi sekitar jalan ambles.

Ini untuk memudahkan relawan berkoordinasi, mengamati pergerakan tanah serta menjembatani proses distribusi barang secara manual oleh relawan menuju pos logistik dan dapur umum. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved