Jumat, 10 April 2026

Longsor di Dawuhan Wanayasa Banjarnegara, 7 Rumah Terancam

Masyarakat Desa Dawuhan Kecamatan Wanayasa Banjarnegara bahu-membahu membersihkan material longsor di RT 3 RW 2, Rabu (5/2).

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Longsor di Desa Dawuhan Kecamatan Wanayasa Banjarnegara 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Masyarakat Desa Dawuhan Kecamatan Wanayasa Banjarnegara bahu-membahu membersihkan material longsor di RT 3 RW 2, Rabu (5/2).

Sebelumnya, tebing setinggi sekitar 25 meter di wilayah itu mengalami longsor kemarin, Selasa (4/2/2020).

Lebar longsoran di lahan milik Ikhsan itu mencapai sekitar 6 meter.

Kepala Urusan Umum Desa Dawuhan Kecamatan Wanayasa Supriyanto mengatakan, akibat kejadian itu, pihaknya sempat menutup jalur akses menuju objek wisata Desa Dawuhan karena terdampak longsor.

"Di bawah tebing itu ada jalan usaha tani, jalan menuju wisata dan anakan sungai Merawu," katanya.

Video Warga Purbalingga Berusia 74 Tahun Disunat

Kronologi Wanita di Lampung Melahirkan Saat Ikuti Tes SKD CPNS 2019 Begini Kondisi Bayinya

Curi Murai Seharga Rp 35 Juta di Tembalang Semarang, Residivis Didor Polisi

Jalan Desa di Purbalingga Kembali Rusak, Kali Ini Bupati Tiwi akan Perbaiki di Tahun 2020

Menurut Supriyanto, longsor dipicu hujan lebat yang turun kemarin di wilayahnya.

Kondisi saluran pembuangan air di atas tebing itu yang belum dibangun permanen juga ikut memengaruhi.

Air hujan yang masuk ke pembuangan itu ikut membebani tebing hingga terjadi pergerakan.

Longsor juga mengancam rumah warga, Mualim di RT 3 RW 2 yang hanya berjarak sekitar 1,5 meter dari lokasi longsor.

Selain rumah Mualim, ada enam rumah warga lain di pinggir tebing itu yang juga terancam.

Menurut dia, sebagian rumah warga di RT itu sudah retak-retak karena aktivitas pergerakan tanah.

Pola retakan di pemukiman warga bahkan sudah membentuk tapal kuda.

Karena kerawanan itu, pihaknya selalu mewanti-wanti warga agar mengungsi setiap kali terjadi hujan lebat.

"Setiap tahun itu terjadi pergerakan di tebing itu," katanya.

Potensi bencana tak mungkin terelakkan.

Teror Ketuk Pintu Menghantui Rumah-rumah Ibu Muda yang Ditinggal Merantau Suami di Banjarnegara

Anda Selalu Mimpi Orang yang Sama dan Berulang? Psikolog Bilang Jangan Sepelekan, ini Artinya

Di Tukang Ojek Pengkolan Berantem, Begini Hubungan Jono dan Mas Pur di Dunia Nyata, Tak Menyangka?

Dulu Tak Kepikiran, Heri Akhirnya Disunat saat Usia 74 Tahun, Kisahnya Jadi Perhatian di Purbalingga

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved