Berita Jawa Tengah

Jumlah Pendaki Gunung Lawu Tetap Dibatasi, Maksimal 350 Orang, Ini Alasan Disparpora Karanganyar

Jumlah pendaki Gunung Lawu tetap dibatasi yakni sebanyak 350 orang per pintu pendakian selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
DISPARPORA KABUPATEN KARANGANYAR
Beberapa pendaki berkumpul di basecamp pendakian Gunung Lawu Karanganyar melalui Candi Cetho Jenawi, belum lama ini. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Disparpora Kabupaten Karanganyar tetap memberlakukan pembatasan jumlah pendaki Gunung Lawu sebanyak 350 orang per pintu pendakian selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

Kepala Disparpora Kabupaten Karanganyar, Titis Sri Jawoto menyampaikan, kuota pendaki per pintu pendakian masih tetap dibatasi.

Baik itu dari Candi Cetho Jenawi, Cemoro Kandang Tawangmangu, maupun Tambak Ngargoyoso.

Baca juga: 75 Atlet Berprestasi Dapat Insentif, Disparpora Karanganyar: Dana Latihan Pengembangan Mereka

Baca juga: Polisi Masih Menganalisis Kasus Perampokan Toko Waralaba di Karanganyar

Baca juga: Pelancong Masuk Karanganyar Bakal Jalani Rapid Antigen, Kapolres: Diberlakukan Secara Acak

Baca juga: Polres Karanganyar Terapkan Penyekatan di Exit Tol dan Daerah Perbatasan saat Malam Pergantian Tahun

Selain itu pendaki berusia di bawah 18 tahun diminta agar membawa pemandu professional.

Sedangkan waktu pendakian diatur mulai pukul 07.00 hingga pukul 17.00. 

"Masih sama 350 orang per pintu pendakian."

"Kalau kuota habis, bisa tidur di basecamp dan menunggu kuota keesokan harinya," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (22/12/2020). 

Saat ditanya terkait aturan pendaki asal luar daerah menyertakan hasil rapid antigen, lanjut Titis, masih akan mengkoordinasikan kebijakan tersebut. 

Koordinator Lapangan Bidang Destinasi Disparpora Kabupaten Karanganyar, Sunardi menambahkan, jumlah pendaki sampai belakangan ini masih landai. 

"Pendaki di Gunung Lawu pada hari biasa berjumlah 10-15 orang."

"Kalau akhir pekan bisa mencapai 70-80 orang."

"Masih jauh dari kapasitas yang ditentukan."

"Mungkin nanti ada peningkatan saat liburan," imbuhnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (22/12/2020). 

Dia menjelaskan, ada beberapa relawan yang akan membantu memantau kondisi lapangan selama libur Nataru.

Mereka dilengkapi alat komunikasi berupa handy talky

Nardi mengimbau kepada pendaki agar selalu hati-hati dan waspada terhadap perubahan cuaca di Gunung Lawu yang sulit diprediksi.

Sebelum melakukan pendakian, petugas di basecamp akan memberikan pengarahan kepada para para pendaki. 

"Cuaca sulit diprediksi, disiapkan juga obat pribadi, selain protokol kesehatan," pungkasnya. (Agus Iswadi)

Baca juga: Kapolres Temanggung: Tak Cuma Dibubarkan, Warga Terlibat Kerumunan Massa Wajib Jalani Rapid Test

Baca juga: Ribuan Botol Sitaan Polisi Dimusnahkan, Hasil Operasi Pekat Selama Setahun di Temanggung

Baca juga: Ini Jadwal Ibadah Misa Natal di Gereja Katolik HKY Kota Tegal, Digelar Tatap Muka dan Virtual

Baca juga: Polres Tegal Imbau Gereja Membentuk Satgas Pengamanan selama Natal, Berjaga 24 Jam Sehari

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved