Penanganan Corona

Vaksin Sinovac Sudah Masuk Indonesia, Berikut Rekomendasi Resmi ALMI Banjarnegara

Meski ada vaksinasi, ia mengingatkan masyarakat dan pemerintah tetap harus melakukan upaya preventif lain sebelum vaksin benar-benar teruji efektif.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Direktur Politeknik Banjarnegara, Tuswadi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) mengeluarkan pernyataan dan rekomendasi secara resmi menyoal vaksin Sinovac yang telah sampai di Indonesia.

Vaksin itu siap diberikan secara gratis oleh pemerintah kepada masyarakat. 

Direktur Program ALMI yang juga Direktur Politeknik Banjarnegara, Tuswadi mengatakan, prinsipnya ALMI mendukung vaksinasi yang akan dilakukan pemerintah.

Baca juga: Bantuan Sembako Diserahkan Dua Kali, Cara Pemkab Banjarnegara Bantu Warga yang Isolasi Mandiri

Baca juga: Tertangkap Lagi, Produsen Tuak di Banjarnegara Ini Belum Puas Divonis Sebulan Kurungan

Baca juga: Jalur Bantar-Suwidak Wanayasa Banjarnegara Longsor, Penyaluran Logistik Korban Longsor Tersendat

Baca juga: Banjarnegara Belum Jadi Kabupaten Layak Anak, Wabup: Ada Beberapa Indikator yang Kurang

Tetapi, pihaknya memberikan catatan bahwa vaksinasi harus memperhatikan prinsip kehati-hatian. 

Pihaknya menginginkan vaksin harus benar-benar aman dan efektif.

Vaksin juga harus mendapat izin BPOM sebagai otoritas yang berwenang untuk menjamin keamanannya. 

"Jangan sampai ada kegagalan karena kesalahan operasional," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (25/12/2020). 

Masyarakat pun perlu diberikan alternatif lain semisal pilihan vaksinasi mandiri, prioritas vaksinasi, serta pemetaan. 

Di lain sisi, meski ada vaksinasi, ia mengingatkan masyarakat dan pemerintah tetap harus melakukan upaya preventif lain sebelum vaksin benar-benar teruji efektif.

Untuk memutus mata rantai penularan, pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk terus memperkuat 3T (tracing, testing, and treatment).

Serta tak lupa pula 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun). 

Vaksinasi, menurut dia, bersifat preventif, mencegah kesakitan yang disebabkan oleh virus. 

Efektivitas vaksin pun bersifat personal, sesuai kondisi sistem imun masing-masing orang. 

Penularan virus dari satu orang ke orang lain dalam satu komunitas akan selalu terjadi.

Menurut Tuswadi, ketika masyarakat mengabaikan 3T dan 3M, penyakit menular lain yang berpotensi menjadi pandemi akan terus terjadi. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved