Breaking News:

Penanganan Corona

Kisah 83 Warga Karanggambas Purbalingga Sembuh Covid-19, Kini Mereka Percaya dan Disiplin Prokes

Persepsi warga berubah setelah virus itu benar-benar menyerang keluarga, tetangga, kerabat, bahkan mereka sendiri. 

Penulis: khoirul muzaki
Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Warga bersiap menjalankan ibadah salat Jumat di Masjid Istiqomah Desa Karanggambas, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, Jumat (25/12/2020). 

Sehingga virus itu tidak menyebar ke warga lain. 

Beruntung rata-rata pasien hanya bergejala ringan. 

Sehingga mereka diperbolehkan menjalani isolasi mandiri di rumah. 

Peran Satgas Covid-19 Desa Karanggambas dikuatkan untuk membantu menangani dan menekan penyebaran di desa.

Selama masa karantina, Pemerintah Desa Karanggambas menanggung biaya makan Rp 50 hari per Kepala Keluarga (KK) setiap harinya.

Ini untuk meringankan beban mereka yang perekonomiannya terganggu karena harus isolasi. 

Satgas Covid-19 menyuplai kebutuhan pasien tiap harinya agar mereka tenang menjalani proses penyembuhan. 

Musibah ini membuat warga saling berempati dan bahu membahu untuk melawan virus itu. 

Bukan hanya masyarakat di desa yang peduli.

Warga yang bekerja di perantauan, khususnya Jakarta pun turut menunjukkan kepeduliannya. 

Mereka rela iuran untuk membantu memenuhi kebutuhan para pasien yang tengah berjuang melawan penyakitnya, termasuk untuk membeli vitamin. 

"Warga yang bekerja di Jakarta iuran, lalu dibelikan untuk kebutuhan warga yang isolasi, termasuk vitamin," katanya.

ILUSTRASI - Sejumlah ASN di lingkungan Pemkab Purbalingga menjalani tes swab masal di kompleks Pendapa Dipakusuma, Senin (14/12/2020).
ILUSTRASI - Sejumlah ASN di lingkungan Pemkab Purbalingga menjalani tes swab masal di kompleks Pendapa Dipakusuma, Senin (14/12/2020). (KOMPAS.COM/MOHAMAD IQBAL FAHMI)

Baca juga: Merokok Tingwe Sudah Jadi Gaya Hidup Anak Muda Purwokerto, Berikut Pengakuan Mereka

Baca juga: Banyumas Menuju Puncak Pandemi dan Lanjut Hingga 2021, Berikut Penjelasan Ahli Epidemiologi Unsoed

Tiap RT juga rela merogoh kas kampung untuk penanggulangan Covid-19, termasuk untuk penyemprotan disinfektan di lingkungan masing-masing.

Musibah ini bukan untuk diratapi, namun diatasi dengan langkah konkret. 

Kasus Covid-19 yang meluas di desa itu nyatanya tidak membuat warga, khususnya pasien frustasi. 

Terlebih, pemerintah maupun tenaga medis selalu memotivasi para pasien agar semangatnya bangkit. 

Hingga mereka berhasil melewati masa sulitnya.

Satu persatu pasien mandiri akhirnya sembuh setelah beberapa waktu menjalani isolasi. 

Hasil tes swab ulang sebagian besar pasien telah menunjukkan hasil negatif alias sembuh. 

Warga kembali bisa menghirup udara segar di luar.

Mereka kembali beraktivitas normal. 

Covid-19 mungkin telah hengkang dari tubuh mereka.

Tetapi ada yang masih menancap pada kesadaran warga. 

Perilaku hidup bersih dan sehat telah membudaya.

Meski situasi desa tak lagi mencekam, warga tetap mengenakan masker saat keluar. 

"Saya sendiri olahraga masih melakukan, termasuk kebiasaan minum vitamin," katanya.

Kepala Dinkes Kabupaten Purbalingga, Hanung Wikantono mengatakan, seluruh pasien Covid-19 di Desa Karanggambas yang sempat menjalani karantina mandiri telah dinyatakan sembuh.

Ia menjelaskan, kriteria sembuh dari Covid-19 tidak melulu berdasarkan tes PCR kedua dan seterusnya yang menunjukkan hasil negatif. 

Mereka dinyatakan sembuh ketika telah berhasil melewati masa isolasi dan tidak menunjukkan gejala klinis. 

"Asal yang bersangkutan sudah isolasi mandiri 14 hari sejak positif dan tanpa gejala, sudah bisa dikatakan sembuh."

"Ini menurut WHO dan ada Permenkesnya," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (26/12/2020). 

Hanung pun mengimbau warga agar tetap mematuhi protokol Kesehatan.

Utamanya 3 M (mencuci tangan, menjaga jarak, dan mengenakan masker) untuk mengurangi risiko penularan Covid-19. 

Perilaku hidup bersih dan sehat bukan hanya untuk mencegah penularan Covid-19, namun juga penyakit menular lain yang sudah dikenal sebelumnya. 

Dengan demikian, diharapkan derajat kesehatan masyarakat bisa meningkat seiring perubahan perilaku ke arah positif. 

"Tetap disiplin protokol kesehatan," katanya. (Khoirul Muzakki)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Baca juga: Buaya Muara Ditemukan Mati di Perairan Segara Anakan Cilacap, Bobotnya Capai 100 Kilogram

Baca juga: Bupati Cilacap dan Istri Sudah Negatif Covid-19, Tatto Pamuji Beri Tips Mempercepat Kesembuhannya

Baca juga: Luwesnya Sinterklas Menari Sufi di Gereja St Theresia Majenang, Begini Suasana Misa Natal di Cilacap

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved