Breaking News:

Berita Kudus

Plt Bupati Kudus Tunggu Gebrakan Tim Saber Pungli: Kita Hanya Dengar tapi Tidak Bisa Membuktikan

"Selama ini, kita hanya dengar saja ada pungli tapi tim juga harus bisa membuktikan kebenarannya," kata Hartopo.

TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Plt Bupati Kudus HM Hartopo (kiri) menyaksikan penandatangan pakta integritas di Command Centre, Rabu (23/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo menunggu gebrakan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Kudus menangkap pelaku pungli yang akhir-akhir ini marak terdengar.

Hartopo mengaku gerah dengan banyaknya isu terkait pungli di lingkungan birokrasi.

"Selama ini, kita hanya dengar saja ada pungli tapi tim juga harus bisa membuktikan kebenarannya," kata Hartopo dalam acara penandatanganan pakta integritas, di Command Centre, Rabu (23/12/2020).

Hartopo menginstruksikan agar pakta integritas yang diteken tidak hanya seremonial untuk memperingati Hari Korupsi Sedunia (Hakordia).

Baca juga: Cegah Kerumunan, Pemkab Kudus Berencana Tutup Tempat Wisata saat Libur Pergantian Tahun

Baca juga: Ingin Perluas TPA Tanjungrejo, Dinas PKPLH Kudus Siapkan Dana Rp 5 Miliar

Baca juga: Ayah di Kudus Tega Bunuh Anak: Diduga Depresi Khawatir Terpapar Covid-19

Baca juga: Sekda Hingga Plt Bupati Kudus Hadir Jadi Saksi Kasus Pungli PDAM di Pengadilan Tipikor Semarang

‎Namun, pihaknya meminta Tim Saber Pungli juga melakukan penangkapan terhadap pelaku untuk menimbulkan efek jera.

"‎Segera laporkan dan tim dapat melakukan penangkapan," ujar dia.

Dia juga meminta agar bersama-sama melakukan introspeksi diri agar tidak melakukan pungli.

Sehingga, dia dapat menciptakan zona integritas di wilayah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.

"‎Karena kita sudah capek, seperti kasus PDAM kemarin juga mengganggu psikis pegawai karena harus diperiksa dan kerja jadi nggak bisa fokus," ucapnya.

‎Hartopo berpesan kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar mengubah cara berpikir, tidak mencari keuntungan pribadi.

"Saya berpesan supaya mengubah mindset, apapun bentuknya. Jika tidak resmi, jangan," jelas dia.

‎Hartopo sudah menyiapkan sanksi kepada ASN yang melakukan pelanggaran dan tertangkap pungli.

"Sanksi khusus tentu ada. Kami sudah siapkan 40 orang dalam tim Saber Pungli ini," jelas dia. (*)

Baca juga: Tampah Bekas Disulap Jadi Pohon Natal di Gereja Katedral Purwokerto, Ini Filosofinya

Baca juga: Dewan Pertimbangan IDI Tak Persoalkan Latar Belakang Menkes Budi Gunadi Bukan Tenaga Kesehatan

Baca juga: Pemkot Tegal Borong 5 Penghargaan TOP IT Digital Awards 2020

Baca juga: Bikin dan Unggah Video Injak-injak Rapor ke Tiktok, 5 Siswa SMP di Lombok Timur Dikeluarkan Sekolah

Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved