Berita Banyumas

Tampah Bekas Disulap Jadi Pohon Natal di Gereja Katedral Purwokerto, Ini Filosofinya

Pohon Natal setinggi 6 meter terbuat dari tampah berwarna hijau-biru menghiasi halaman Gereja Katedral Kristus Raja Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Editor: rika irawati
KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN
Seorang jemaat menghias pohon natal dari tampah di Gereja Katedral Kristus Raja Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (23/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pohon Natal setinggi 6 meter terbuat dari tampah berwarna hijau-biru menghiasi halaman Gereja Katedral Kristus Raja Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Pembuatan pohon Natal dari tampah ini memiliki filisofi tersendiri.

Pastor Kepala Paroki Gereja Katedral Kristus Raja Sulpicius Parjono PR mengungkapkan, pohon natal yang dibangun di halaman gereja sengaja dibuat tidak neko-neko.

Pohon Natal berdiameter bawah 4 meter itu menunjukkan kesederhanaan perayaan Natal di tengah pandemi Covid-19.

Sebanyak 70 tampah bekas disusun sedemikian rupa menjadi pohon, menggunakan kerangka besi bekas yang digunakan pada perayaan Natal tahun lalu.

Baca juga: Bukti Toleransi Hidup di Salatiga, Pemuda Muslim Bantu Menghias Pohon Natal

Baca juga: Kades Cirahap di Banyumas Digugat Perdata, CV Setya Jaya Mandiri Minta Ganti Rugi Rp 2,38 Miliar

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Konsumsi BBM, PT Pertamina Siapkan 47 SPBU Kantong Dekat Lokasi Wisata Banyumas

Baca juga: Begini Cerita Pemuda Marah dan Robek Uang, Enggan Bayar Tiket Wisata Palawi Baturraden Banyumas

Pernak-pernik untuk menghias pohon Natal pun dikumpulkan dari umat dengan memanfaatkan barang-barang yang ada di rumah.

"Pandemi Covid-19 mengajarkan kami untuk kembali ke hal-hal yang pokok, bumbu-bumbunya dikurangi," kata Parjono saat ditemui, Rabu (23/12/2020).

Menurut Parjono, pohon tersebut dibuat umat sejak sepekan lalu.

"Karena sedang pandemi, kami buat sesederhana mungkin. Kami mencoba mencari barang-barang bekas, itu semua barang bekas. Tampah pernah dipakai beberapa tahun lalu, kerangkanya juga," ujar Parjono.

Namun, di balik kesederhanaan itu, menurut Parjono, pemilihan tampah sebagai bahan pembuatan pohon Natal memiliki arti mendalam.

"Tampah kan biasanya digunakan untuk mengayak beras, beras yang bagus diambil, sedangkan beras yang jelek dibuang," kata Parjono.

Demikian halnya dengan perayaan Natal tahun ini, diharapkan umat membuang segala sesuatu yang buruk pada dirinya.

"Pada Natal ini, mari kita buang hal-hal buruk dan mengambil atau mengembangkan hal-hal yang baik," pesan Parjono. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pohon Natal di Purwokerto Dibuat dari Tampah Bekas, Begini Filosofinya".

Baca juga: Dewan Pertimbangan IDI Tak Persoalkan Latar Belakang Menkes Budi Gunadi Bukan Tenaga Kesehatan

Baca juga: Pemkot Tegal Borong 5 Penghargaan TOP IT Digital Awards 2020

Baca juga: Bikin dan Unggah Video Injak-injak Rapor ke Tiktok, 5 Siswa SMP di Lombok Timur Dikeluarkan Sekolah

Baca juga: Begini Pesan Susi Pujiastuti untuk Menteri Kelautan dan Perikanan Baru Sakti Wahyu Trenggono

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved