Breaking News:

Berita Banyumas

Tak Terima Suami Meninggal Dinyatakan Covid-19, Warga Purwokerto Gugat Rp 5 Miliar RS Dadi Keluarga

Tidak terima anggota keluarganya dinyatakan meninggal karena Covid-19, Ayom, warga Purwokerto Selatan, menggugat manajemen RS Dadi Keluarga ke PN.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
ILUSTRASI. Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Tidak terima anggota keluarganya dinyatakan meninggal karena Covid-19, Ayom, warga Purwokerto Selatan, menggugat manajemen RS Dadi Keluarga ke Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto.

Ayom, selaku penggugat, tidak terima suaminya, yaitu Hanta Novianto, yang meninggal pada April 2020 lalu, dinyatakan Covid-19.

Padahal, hasil pemeriksaan terhadap Hanta Novianto menyatakan negatif dari Covid-19.

Melalui kuasa hukumnya, Dwi Amilono SH, Ayom melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Purwokerto, Senin (21/12/2020).

"Keluarga merasa dirugikan. Sebab, diduga, RS Dadi Keluarga melakukan perbuatan melawan hukum," ujar Dwi Amilono kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (22/12/2020).

Baca juga: Begini Cerita Pemuda Marah dan Robek Uang, Enggan Bayar Tiket Wisata Palawi Baturraden Banyumas

Baca juga: Kapolres Banyumas Show of Force Pos Pengamanan Prioritas, Jelang Natal dan Tahun Baru

Baca juga: Bupati Banyumas Wajibkan Wisatawan Luar Derah Tunjukkan Hasil Negatir Rapid Test Antigen

Baca juga: Bupati Banyumas Imbau Khatib Ingatkan Prokes Lewat Khotbah Salat Jumat Guna Cegah Covid-19

Pihak rumah sakit diduga melakukan kelalaian sehingga hilangnya sebuah nyawa.

Gugatan yang dilayangkan yaitu pelanggaran terhadap Pasal 1365 dan 1367 KUH Perdata.

"Itu pasal umumnya. Ada beberapa pasal yang lebih dalam lagi, itu nanti di persidangan saja. Gugatannya perdata dengan tuntutan Rp 5 miliar lebih," jelasnya.

Menurut Dwi Amilono, sebelum melayangkan gugatan perdata, pihaknya sempat mengirim somasi dua kali ke pihak rumah sakit.

"Oleh pihak RS dinyatakan positif Covid-19 kemudian pemakaman pun dilakukan secara Covid. Tak hanya itu, korban pun dikucilkan, lalu keluar dari tempat tinggalnya," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved