Breaking News:

Berita Nasional

Jelang Rabu Pon, PPP Intens Berkomunikasi dengan Presiden Terkait Resuffle Menteri

Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani menyampaikan, komunikasi Presiden Jokowi dengan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa pun lebih intens.

Editor: rika irawati
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Anggota Komisi III DPR RI fraksi PPP Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (22/11/2019). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Kabar reshuffle kabinet Indonesia Maju kian santer setelah dinamika di pemerintahan beberapa pekan terakhir. Apalagi, ada dua kursi menteri yang kosong setelah dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni kursi Menteri Kelautan dan Perikanan serta Menteri Sosial.

Dilansir dari pemberitaan Kompas.id, Senin (21/12/2020), isu perombakan kabinet kian menguat karena pada pekan ini terdapat hari Rabu Pon (23/12/2020) yang merupakan weton atau hari lahir Presiden Joko Widodo (Kompas, 18/12/2020).

Berdasarkan catatan pemberitaan Kompas, selama enam tahun memerintah, sejak periode pertama 2014-2019 dan kini periode kedua 2019-2024, beberapa kali Presiden Jokowi mengeluarkan keputusan penting pada hari lahirnya itu.

Baca juga: Satu Lagi Menterinya Jadi Tersangka KPK, Presiden: Saya Tak Akan Lindungi yang Terlibat Korupsi

Baca juga: Mensos Juliari Batubara Jadi Tersangka Suap Proyek Bansos Covid-19, Diduga Terima Fee Rp 17 Miliar

Baca juga: Jadi Tersangka Dugaan Suap Ekspor Benur, Menteri KKP Edhy Prabowo Minta Maaf ke Jokowi dan Prabowo

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, weton memang merupakan hari istimewa yang bisa menjadi dasar untuk menentukan hari baik, hari keberuntungan, bahkan hari sial seseorang.

Terkait kabar resuffle kabinet ini, sejumlah partai politik (parpol) koalisi telah bergerak mengamankan kader-kadernya di kabinet.

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menyampaikan, komunikasi Presiden Jokowi dengan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa pun menjadi lebih intens dari sebelumnya.

Arsul melanjutkan, pertemuan itu terutama setelah dua menteri terkena kasus hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia bahkan menyebut, komunikasi terakhir dengan Presiden terjadi awal pekan lalu.

"Yang jelas, komunikasinya jalan. Hanya bedanya, kalau dulu dengan pertemuan ramai-ramai, sekarang karena Covid-19 maka lebih pada one by one (satu per satu)," tutur Arsul.

Sementara itu, menurut Pengajar politik di Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, perombakan kabinet adalah suatu keniscayaan.

Baca juga: Menang 6-2 dari Leeds United, Manchester United Terancam Liburkan Scott McTominay Akibat Cedera

Baca juga: Kenali Gejala Covid-19 Lewat Kopi, Begini Caranya

Baca juga: Asrama Mako Brimob Kelapa Dua Depok Terbakar, Api Diduga Berasal dari Satu Rumah

Baca juga: Nekat Konvoi Kendaraan saat Malam Pergantian Tahun, Polres Pekalongan Siap Bubarkan

Sebab, selain dua kursi menteri kosong, kinerja sejumlah menteri juga dinilai tak memuaskan.

Ia pun menilai, akhir tahun ini, bisa menjadi momentum yang baik jika Presiden ingin melakukan perombakan kabinet.

"Sebab, pergelaran Pilkada 2020 sudah usai dan Rabu Pon juga sudah di depan mata. Jadi, reshuffle tinggal menunggu waktu," kata Ujang.

Ujang pun berharap, menteri yang akan dipilih nanti memiliki integritas tinggi, ahli di bidangnya, serta diterima oleh elite dan publik. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Isu Reshuffle Jelang Rabu Pon, PPP Akui Ketumnya Intens Komunikasi dengan Jokowi".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved