Breaking News:

Berita Nasional

Berhasil Bikin Unit Percontohan, Kapolri hingga Menteri Terima Penghargaan Pemimpin Perubahan 2020

Sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju meraih penghargaan "Pemimpin Perubahan 2020" dari Menpan RB Tjahjo Kumolo.

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju meraih penghargaan "Pemimpin Perubahan 2020" dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo.

Para menteri tersebut dianggap berhasil banyak membangun unit percontohan di instansi masing-masing.

Acara penganugerahan penghargaan itu digelar di Jakarta, Senin (21/12/2020).

Ketua KPK Firli Bahuri turut hadir dalam acara tersebut menyerahkan piagam penghargaan.

Mereka yang menerima penghargaan "Pemimpin Perubahan" di antaranya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Baca juga: Jelang Rabu Pon, PPP Intens Berkomunikasi dengan Presiden Terkait Resuffle Menteri

Baca juga: Ganti Mobil Dinas, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Ganti Pakai Mobil Listrik

Baca juga: Apa Kabar Kenaikan Gaji PNS di Tahun 2021? Ini Jawaban Menteri PANRB Tjahjo Kumolo

Baca juga: Keinginan Menteri Erick Thohir: Dirikan Perusahaan yang Cuma Urus Pupuk Non Subsidi

Ada pula Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil.

Selain para menteri, Menpan RB juga menganugerahkan "Pemimpin Perubahan" kepada Kapolri Jenderal Idham Azis, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto.

Selanjutnya, Menpan RB memberikan apresiasi dan penganugerahan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) kepada 763 unit kerja pemerintahan di berbagai daerah.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang hadir memberikan sambutan mengatakan, reformasi birokrasi merupakan pilar penentu keberhasilan tercapainya visi Indonesia Maju.

Ia menyebut, pemerintah berkomitmen memperkuat dan mempercepat reformasi birokrasi di seluruh instansi pemerintah, satu di antaranya lewat menciptakan zona integritas menuju WBK dan WBBM.

"Integritas lembaga maupun aparat harus dijaga dan ditegakkan sebagai formula untuk mencegah terjadinya korupsi yang sangat merugikan negara karena mengakibatkan melambatnya pertumbuhan ekonomi, menurunnya daya saing dan investasi, meningkatnya kemiskinan dan ketimpangan pendapatan," kata Ma'ruf.

Ma'ruf pun mengingatkan empat parameter integritas berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

Baca juga: Posisi Manajer Timnas U-19 Diduga Diperjualbelikan, Beredar Kuitansi Senilai 100 Dolar Singapura

Baca juga: Mulai 22 Desember-8 Januari, Naik KA Jarak Jauh Wajib Tunjukkan Hasil Negatif Rapid Test Antigen

Baca juga: Pemulihan Ekonomi Akibat Wabah Covid-19 di Kabupaten Semarang Kini Menjadi Amanat sesuai Perda

Baca juga: Jalur Bantar-Suwidak Wanayasa Banjarnegara Longsor, Penyaluran Logistik Korban Longsor Tersendat

Keempat poin tersebut yaitu, kejujuran, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, kemampuan bekerja sama, dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.

"Setiap ASN harus memiliki komitmen untuk membangun budaya integritas. Tanpa integritas yang kuat, akan sulit bagi ASN untuk mengatasi tekanan, ancaman, dan kesempatan melakukan kecurangan atau pelanggaran," tegasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Nadiem, Sri Mulyani, hingga Yasonna Laoly Terima Penghargaan Pemimpin Perubahan 2020".

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved