Berita Jawa Tengah

Pengawasan Objek Wisata Makin Diperketat, Jelang Libur Akhir Tahun di Batang

Disporapar Kabupaten Batang juga mencatat kenaikan kunjungan wisata periode Juli-September 2020 mencapai 40 persen. 

Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/BUDI SUSANTO
Pengunjung obyek wisata Si Kembang, Kabupaten Batang, sedang mencuci tangan saat masuk ke obyek wisata, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Batang diprediksi ramai saat Natal dan pergantian tahun. 

Disporapar Kabupaten Batang juga mencatat kenaikan kunjungan wisata periode Juli-September 2020 mencapai 40 persen. 

Berdasarkan catatan itu, Pemkab Batang akan melakukan pengawasan di lokasi wisata. 

Baca juga: Parwito Siap Ditembak Mati, Pedagang Tolak Alih Fungsi Pangkalan Truk Jadi Islamic Center Batang

Baca juga: Disdikbud Batang: Penyerahan Raport Siswa Boleh Tatap Muka, Sekolah Juga Bisa Datangi Tiap Rumah

Baca juga: Bupati Batang Wihaji Tak Larang Perayaan Natal dan Tahun Baru, Asal Berlangsung di Rumah

Baca juga: Rencana Vaksinasi Digelar Januari 2021, Bupati Wihaji Siap Jadi Orang Pertama di Batang

Pasalnya, keramaian di obyek wisata berpotensi terjadinya penularan Covid-19. 

Dituturkan Kepala Disporapar Kabupaten Batang, Wahyu Budisantoso, TNI Polri akan melakukan pengawasan. 

"Nantinya Pemda bersama TNI Polri akam siaga di lokasi wisata yang ada di Kabupaten Batang," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (17/12/2020).

Adapun terdapat 37 obyek wisata yang tersebar di Kabupaten Batang, dan sering dikunjungi wisatawan. 

Puluhan obyek wisata yang ada dikunjungi hampir 200 ribu pelancong setiap bulannya. 

Menanggapi hal itu, Wahyu juga meminta pengelola obyek wisata menerapkan protokol kesehatan. 

"Kami minta pengelola memberi contoh penerapan protokol kesehatan," kata Wahyu. 

Sementara itu Bupati Batang Wihaji akan memberi penegasan pada pelanggaran protokol kesehatan. 

"Akan kami tindak secara tegas kalau ada yang melanggar protokol kesehatan, baik pelancong atau pengelola," imbuhnya. 

Bupati Wihaji juga menjelaskan, petugas tak akan segan memberlakukan sanksi jika mendapati ada yang melanggar. 

"Kalau terus melanggar dan tidak menghiraukan peringatan, akan kami tutup obyek wisata tersebut," tambahnya. (Budi Susanto)

Baca juga: Susah Sinyal, Puluhan Sekolah Intensifkan Metode Home Visit Guru di Kabupaten Semarang

Baca juga: Kaget Disalip Motor dari Kiri, Pengemudi Mobil Banting Setir Tabrak Pagar Stasiun Tegal

Baca juga: Alhamdulillah, Pilkada Kendal Tak Munculkan Klaster Baru Covid-19

Baca juga: Gandeng PPATK, KPK Mulai Kembangkan Kasus Dugaan Suap Bansos Covid-19

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved