Breaking News:

Berita Pendidikan

Susah Sinyal, Puluhan Sekolah Intensifkan Metode Home Visit Guru di Kabupaten Semarang

Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo mendata ada sekira 25 sekolah di wilayah Bumi Serasi kesulitan mengakses internet.

TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Paundemi virus corona (Covid-19) membuat tugas guru semakin berat.

Terlebih bagi mereka yang mengajar pada sekolah di daerah susah sinyal internet.

Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo mendata ada sekira 25 sekolah di wilayah Bumi Serasi kesulitan mengakses internet.

Baca juga: Hari Nur Yulianto Ikuti Kursus Kepelatihan di Semarang, Bomber PSIS Ini Sebut Investasi Masa Depan

Baca juga: Tinggal Tunggu Penetapan, Pasangan Hendi-Ita Dipastikan Lanjutkan Pimpin Kota Semarang Periode 2

Baca juga: Akhir Januari 2021 Selesai, Proyek Simpang Hanoman Semarang Hanya Tinggal Pasang Marka dan Trotoar

Baca juga: Hasil Rekapitulasi Suara Pilkada Kabupaten Semarang: Paslon Ngebas Dipastikan Ungguli Bison

"Sekolah susah sinyal internet itu tersebar di 50 desa di Kabupaten Semarang dari total keseluruhan 208 desa."

"Sementara ini kami mengintensifkan guru berkunjung ke rumah siswa," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (17/12/2020).

Menurut Sukaton, pandemi Covid-19 membuat tantangan dunia pendidikan semakin kompleks baik yang dialami peserta didik, guru, dan masyarakat atau wali murid.

Ia menambahkan, adanya larangan berkerumun, memaksa aktivitas belajar mengajar semula dilakukan secara tatap muka dialihkan menjadi daring.

"Karena Covid-19 ini kami juga harus melakukan buka tutup pembelajaran tatap muka (PTM)."

"Sesuai Surat Keputusan Bersama (SKM) Empat Menteri, kami lakukan zonasi tingkat kelurahan atau desa," katanya.

Sukaton menyatakan, sampai sejauh ini wilayah desa atau kelurahan dimana sekolah daring sulit diterapkan tersebar di Kecamatan Ungaran Barat, Pringapus, Banyubiru, Bringin, dan Kaliwungu.

Mengatasi beragam tantangan itu, lanjutnya, metode pembelajaran kemudian terpaksa dilakukan dengan tiga pola.

Meliputi pembelajaran luar jaringan (luring), dalam jaringan (daring), dan PTM.

"Nah, PTM itu tidak identik siswa datang ke sekolah, melainkan guru berkunjung."

"Khususnya daerah yang mengalami sudah sinyal atau tidak ada."

"Kami juga akan memanfaatkan handy talkie (HT)," ujarnya. (M Nafiul Haris)

Baca juga: Rumah Kita Kini Hadir di Purwokerto, Toko Mebel dan Furniture Ini Beri Diskon Hingga 70 Persen

Baca juga: Geram Ada Pedagang Pasar Minggon Buka Lapak di GOR Satria Purwokerto, Bupati Banyumas: Tertibkan!

Baca juga: Polresta Banyumas Bekuk 2 Pencuri Penggilngan Padi, Beraksi dari Pemalang Hingga Wonosobo

Baca juga: Seluruh Wisata Air Belum Juga Dibuka, Ini Alasan Disparbud Kabupaten Wonosobo

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved