Breaking News:

Berita Semarang

Akhir Januari 2021 Selesai, Proyek Simpang Hanoman Semarang Hanya Tinggal Pasang Marka dan Trotoar

Dari pelandaian di Simpang Hanoman Semarang itu dapat mengurangi tingkat kecelakaan yang dikenal sebagai jalur tengkorak atau blind spot. 

Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/IWAN ARIFIANTO
Pengguna jalan melintas di Jalan Hanoman Kota Semarang yang saat masih dalam proses pelandaian, Rabu (16/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Progres pengerjaan proyek Simpang Hanoman kini sudah mencapai 90 persen. 

Kini pekerja tinggal tahap finishing berupa pemberian marka dan pembuatan trotoar. 

"Akhir Januari 2021 ditargetkan selesai 100 persen," kata PPKom Satker 3.1 Pelaksana Jalan Nasional (PJN) 3 Jateng, Heru Wantoro kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (16/12/2020).

Baca juga: Ora Mekso Tapi Kudu! Panser Biru Ingin PSIS Semarang Kembali ke Stadion Jatidiri

Baca juga: Hasil Rekapitulasi Suara Pilkada Kabupaten Semarang: Paslon Ngebas Dipastikan Ungguli Bison

Baca juga: Pencurian Mendominasi Kasus Kriminalitas di Kabupaten Semarang

Baca juga: Banyak Klub Liga 1 Sodorkan Tawaran Gaet Pratama Arhan Alief, Begini Respon GM PSIS Semarang

Dijelaskan Heru, pelandaian Jalan Hanoman tak lepas dari tingginya angka kecelakaan di titik tersebut. 

Pasalnya jalan tersebut membentuk gunungan sehingga menanjak dan menurun. 

Saat menurun pengguna jalan dihadang oleh traffict light yang menyebabkan antrean kendaraan. 

Bagi pengguna jalan yang tak siap atau asing di jalur tersebut rawan terjadi kecelakaan. 

"Maka gunungan jalan itu kami kepras yang awalnya 6 persen kami keruk tanahnya menjadi kisaran 2 persen," bebernya. 

Dia berharap, dari pelandaian dapat mengurangi tingkat kecelakaan yang dikenal sebagai jalur tengkorak atau blind spot

Disamping itu, pihaknya juga akan melakukan perbaikan jalan di jalur Hanoman ke arah barat atau ke Jakarta. 

Jalur tersebut memang tak tersentuh pelandaian namun kini kondisinya aspal rusak dan membahayakan pengguna jalan. 

"Minggu ini kami aspal agar tak jalan yang berlubang tak membahayakan pengguna jalan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, proyek perbaikan geometerik Simpang Hanoman sudah dimulai awal April 2020.

Akibat proyek tersebut arus lalu lintas harus dari Kendal ke Semarang harus dialihkan melalui Jalan Subali Raya. 

Selepas ditutup selama hampir 7 bulan, jalan tersebut kembali dibuka pada awal Oktober 2020.

Proyek Hanoman dibagi dalam dua alokasi anggaran.

Tahun ini anggarannya Rp 8,868 miliar, sedangkan pada 2021 Rp 7,325 miliar. (Iwan Arifianto)

Baca juga: Sederhana, Peringatan Hari Jadi Ke-190 Kabupaten Purbalingga Hanya Ditandai Doa Bersama

Baca juga: Emosi Saudara Kembar Dihina, Pemuda 21 Tahun Asal Kemangkon Tusuk Punggung Buruh di Purbalingga

Baca juga: PMI Banjarnegara: Korban Longsor Desa Suwidak Butuh Peralatan Sanitasi, Stok Makanan Menipis

Baca juga: Kasih Jaminan Tas Berisi Plastik, Pemuda Banjarnegara Gondol Yamaha R 15 yang Ditawarkan di Facebook

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved