Breaking News:

Berita Korupsi

Sudah Banyak Bukti, KPK Tetapkan Bupati Banggai Laut Sebagai Tersangka Kasus Suap

Bupati Banggai Laut, Wenny Bukamo ditetapkan jadi tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang atau jasa di Pemkab Banggai Laut.

Editor: deni setiawan
DOKUMENTASI KPK
Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam konferensi pers penetapan Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo sebagai tersangka, Jumat (4/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - KPK menetapkan Bupati Banggai Laut, Wenny Bukamo sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang atau jasa di Pemkab Banggai Laut.

"KPK menetapkan enam orang tersangka, sebagai penerima WB (Wenny Bukamo)," kata Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango seperti dilansir dari Kompas.com, Sabtu (5/12/2020).

Selain Wenny, KPK menetapkan Recky Suhartono Godiman, orang kepercayaan Wenny dan Direktur PT Raja Muda Indonesia Hengky Thiono sebagai tersangka penerima suap.

Baca juga: Rata-rata Tiap Hari Lima Orang Meninggal Karena Covid-19 di Banyumas, Mayoritas Berstatus Komorbid

Baca juga: Tak Terpengaruh Pandemi, Perusahaan di Banyumas Ini Tetap Bisa Ekspor Emping Melinjo ke Arab Saudi

Baca juga: Nasib Angkot Oranye Purwokerto, Kalah Saing dari Angkutan Daring Hingga Rencana Pengoperasian BRT

Baca juga: Teror Semut di Pageraji Banyumas, Ahli Entomologi Unsoed Purwokerto: Mungkin Habitatnya Terganggu

Adapun tersangka pemberi suap ialah Komisaris PT Bangun Bangkep Persada Hedy Thiono, Direktur PT Antarnusa Karyatama Mandiri Djufri Katili, dan Direktur PT Andronika Putra Delta Andreas Hongkiriwang.

Nawawi mengatakan, Wenny diduga memerintahkan Recky untuk membuat kesepakatan dengan pihak rekanan yang mengerjakan beberapa proyek infrastruktur di Banggai Laut.

Selain itu, Wenny diduga mengondisikan pelelangan di Kabupaten Banggai Laut.

Untuk memenangkan rekanan tertentu dan agar kembali mendapatkan proyek, para rekanan sepakat menyerahkan uang commitment fee kepada Wenny melalui Recky dan Hengky.

"Diduga ada pemberian sejumlah uang dari beberapa pihak rekanan."

"Seperti HDO (Hedy), DK (Djufri), dan AHO (Andreas) kepada WB yang jumlahnya bervariasi antara Rp 200 juta hingga Rp 500 juta," ujar Nawawi.

Sejak September sampai November 2020, telah terkumpul uang lebih dari Rp 1 miliar yang disimpan di rumah Hengky.

Atas perbuatannya, para tersangka penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, para tersangka pemberi disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan TIndak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Penetapan enam orang tersangka tersebut merupakan hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Kamis (3/12/2020). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KPK Tetapkan Bupati Banggai Laut sebagai Tersangka"

Baca juga: Kakek Raswan Sudah Tergeletak di Tepian Sungai, Warga Purbalingga Ini Meninggal Jelang Salat Jumat

Baca juga: Senam Olah Napas Merpati Putih Purbalingga, Diyakini Percepat Kesembuhan Pasien Covid-19

Baca juga: 503 Warga Banjarnegara Mengungsi, BPBD: Ada Pergerakan Tanah di 9 Desa

Baca juga: Longsor Terjadi di Beji Banjarmangu, Jalur Banjarnegara-Pekalongan Sempat Terputus

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved