Breaking News:

Berita Salatiga

Sebelum Ikut Sekolah Tatap Muka Januari, Seluruh Pelajar di Kota Salatiga Wajib Jalani Tes Rapid

Pemkot Salatiga mewajibkan seluruh siswa yang akan mengikuti pembelajaran tatap muka Januari, menjalani rapid test.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Wali Kota Salatiga Yuliyanto. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga mewajibkan setiap siswa, baik dari jenjang TK, SD, SMP, dan SMA sederajat untuk menjalani rapid test sebelum secara resmi mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 mendatang.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengatakan, kebijakan itu diberlakukan menyusul adanya instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Makarim membolehkan sekolah melaksanakan PTM mulai Januari nanti.

"Karena dampak adanya libur Maulid Nabi kemarin terjadi ledakan kasus corona berdasarkan tracking secara masif dan tidak bisa tertampung semua karena keterbatasan rumah sakit rujukan. Sehingga, apabila nanti, awal tahun, sekolah mulai diizinkan dibuka kembali, kami wajibkan pelajar dites rapid," terangnya di Rumah Dinas Walikota Salatiga, Jumat (4/12/2020).

Baca juga: Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Ditambah, Ditempatkan di Bangsal Teratai RSUD Kota Salatiga

Baca juga: Serapan Pajak Belum Penuhi Target Tahun Ini, BKD Kota Salatiga Masifkan Program Pendukung

Baca juga: Info Covid-19 Kota Salatiga Hari Ini: Satu Meninggal, Sembuh Lima Orang, Tambah Sepuluh Kasus

Baca juga: Tunda Lagi Sekolah Tatap Muka, Disdik Salatiga Tunggu Kebijakan Pemkot

Menurut Yuliyanto, berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Salatiga, ledakan kasus warga terpapar corona di wilayah tersebut didominasi dari klaster keluarga, perkantoran, dan industri.

Dia menilai, lonjakan jumlah kasus itu disebabkan kurangnya masyarakat menerapkan secara ketat protokol kesehatan dalam beraktivitas sehari-hari.

Ia menambahkan, situasi di tengah pandemi virus corona pada wilayah Kota Hati Beriman belum sepenuhnya normal.

Yuliyanto secara tegas tidak melarang aktivitas masyarakat di luar rumah. Hanya saja, dia mengimbau agar warga selalu mematuhi protokol kesehatan.

"Masyarakat saya ingatkan untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Tidak bersalaman serta berkerumun," katanya.

Yuliyanto mengapresiasi langkah pemerintah pusat karena membuat kebijakan pengurangan libur panjang akhir tahun pengganti Hari Raya Idul Fitri 2020.

Dia mengakui adanya penambahann kasus Covid-19 di Salatiga tidak lain karena liburan sehingga banyak warga dari daerah lain berkunjung ke Salatiga.

Politisi Gerindra itu menyatakan, antisipasi kejadian serupa pada masa liburan akhir tahun ini akan lebih membatasi aktivitas warga, baik secara jumlah maupun durasi waktu.

Baca juga: 47 Desa di 13 Kecamatan di Blora Endemik DBD, Sumbang 119 Kasus Sepanjang Januari-November

Baca juga: Selama Wabah Covid-19, Pemkab Banyumas Sudah Lakukan Swab kepada 26.500 Orang

Baca juga: Banjir Akibat Luapan Sungai Serayu di 12 Desa di Banyumas Surut, Warga Mulai Bersih-bersih Rumah

Baca juga: Bupati Banggai Laut Ditangkap KPK dalam OTT, Diduga Menerima Suap dari Swasta

Terkait PTM, secara umum Kota Salatiga sudah berani memulai.

"Dengan catatan, tadi, siswa wajib rapid tes guna menghindari hal yang tidak diingkan. Kemudian, Satgas Covid-19 akan lebih meningkatkan patroli dan supaya warga juga secara sadar memperketat penerapan protokol kesehatan," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved