Breaking News:

Berita Blora

47 Desa di 13 Kecamatan di Blora Endemik DBD, Sumbang 119 Kasus Sepanjang Januari-November

ejak Januari sampai November 2020, tercatat ada 119 warga Kabupaten Blora terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
Pixabay
Ilustrasi nyamuk pemicu demam berdarah dengue (DBD). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Sejak Januari sampai November 2020, tercatat ada 119 warga Kabupaten Blora terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dua di antara warga yang terjangkit itu meninggal dunia.

"Kami meminta masyarakat untuk hati-hati. Sebab, musim hujan ini, nyamuk penyebab demam berdarah akan bertambah," kata Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Blora, Sutik, Jumat (4/12/2020).

Pada bulan November ini saja, terdapat sejumlah penderita baru. Terkahir, pada pekan lalu, terdapat enam pasien yang harus dirawat di dua rumah sakit di Blora.

Sutik mengatakan, di Blora, masih banyak desa yang tercatat sebagai endemik DBD.

Baca juga: Sebagian Rutin Ikut Pengajian, 27 Warga Desa Seso Positif Covid-19, Begini Penjelasan Dinkes Blora

Baca juga: Pemkab Blora Gelar Laku Bisu Kirab Pusaka Kiai Bisma Keliling Kota, Ini Makna dan Tujuannya

Baca juga: 55 Petugas Pilkada Blora Positif Covid-19, KPU: Kami Sudah Siapkan Skema Antisipasinya

Baca juga: Bahayanya Sumur Warga di Blora yang Semburkan Gas Metana, ESDM: Tidak Berbau Tapi Mudah Terbakar

Jumlahnya ada 47 desa yang tersebar di 13 kecamatan.

Rinciannya, di Kecamatan Blora terdapat 13 desa, Kecamatan Jepon 3 desa, Tunjungan 4 desa, Banjarejo 5 desa, Ngawen 3 desa, sementara di Japah 1 desa.

Kemudian, di Kecamatan Kunduran 1 desa, Todanan 1 desa, Cepu 5 desa, Kedungtuban 2 desa, Jiken 3 desa, Randublatung 3 desa, dan Kecamatan Jati 2 desa.

"Desa yang dinyatakan endemik itu karena selama tiga tahun berturut-turut selalu ada penderita DBD," ujarnya.

Untuk mengantisipasi melonjaknya angka pasien DBD, Sutik mengimbau masyarakat membersihkan genangan sisa hujan yang ada di sekitar rumah. Sebab, di genangan tersebut biasanya nyamuk berkembang biak.

"Maka, kami mengingatkan agar selalu melakukan 3M, yakni menutup, menguras, dan mengubur barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk," ujar dia.

Kata Sutik, hal tersebut penting karena selain ancaman pandemi virus corona, masyarakat juga harus waspada terhadap DBD. (*)

Baca juga: Selama Wabah Covid-19, Pemkab Banyumas Sudah Lakukan Swab kepada 26.500 Orang

Baca juga: Banjir Akibat Luapan Sungai Serayu di 12 Desa di Banyumas Surut, Warga Mulai Bersih-bersih Rumah

Baca juga: Bupati Banggai Laut Ditangkap KPK dalam OTT, Diduga Menerima Suap dari Swasta

Baca juga: Jangan Ketinggalan, Iphone 12 Bisa Dipesan Mulai 11 Desember 2020

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved