Penanganan Corona

Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan, Temanggung Berstatus Zona Merah Covid-19

Dihentikannya simulasi PTM baik jenjang sekolah PAUD hingga SMP dan SMA sederajat dikarenakan Temanggung kini masuk zona merah Covid-19.

Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Sebagian siswa SMP Negeri 2 Selopampang, Kabupaten Temanggung sedang mengikuti simulasi KBM tatap muka, Senin (26/10/2020). 

"Rata-rata berlangsung dua SD setiap hari melakukan simulasi, kalau SMP ada 1."

"Ya sekira 80 persen sekolah yang sudah melakukan simulasi, sisanya harus menunda," jelasnya. 

Baca juga: Direktur RSUD Temanggung: Mayoritas Pasien Ketahuan Kena Covid-19 Seusai Screening di Rumah Sakit

Baca juga: UMK Temanggung 2021 Ditetapkan Rp 1.885.000, Ini Syarat Perusahaan Bila Ingin Ajukan Keberatan

Baca juga: Mayoritas Ruang Isolasi Rumah Sakit Mulai Over Kapasitas, Ini Solusi Direktur RSUD Temanggung

Baca juga: Pastikan Perusahaan Bayar UMK 2021 sesuai Aturan, Pemkab Temanggung Segera Terjunkan Tim Sosialisasi

Menurutnya, meski Temanggung masuk zona merah Covid-19, namun tidak semua kecamatan masuk kategori merah.

Hitungan tersebut merupakan kalkulasi keseluruhan kasus yang muncul di Kabupaten Temanggung.

Termasuk lonjakan kasus dalam beberapa pekan terakhir, hingga angka kematian yang disebabkan karena Covid-19.

"Sekarang kasus yang masih terkonfirmasi positif Covid-19 ada 515 orang, untuk 72 di antaranya dirawat di rumah sakit, sisanya isolasi mandiri."

"Dalam satu pekan terakhir saja sudah ada tambahan 100 kasus."

"Sehingga jumlah total kasus sebanyak 1.626 kasus dan meninggal 72 orang," ujarnya.

Sekretaris Dinkes Kabupaten Temanggung, Khabib Mualim menambahkan, dari total 72 kasus kematian, 32 di antaranya terjadi pada November 2020.

Angka tersebut sudah di atas ketentuan rata-rata kematian nasional dengan nilai 4,8 persen dari total kasus. 

"Total sampel tes swab yang sudah diambil lebih dari 12 ribu, sehingga dapat dilihat positif ratenya 12 persen."

"Kewajiban 4M harus digalakkan lagi," ujar Khabib kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (1/12/2020).

Khabib berharap, dengan peningkatan status di zona merah ini dapat mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dan kembali disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Selain itu, dia mengimbau agar warga yang memiliki gejala sakit tidak perlu takut untuk memeriksakan diri ke rumah sakit maupun Puskesmas dan klinik.

Hal itu guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved