Berita Jawa Tengah

Cuti Akhir Tahun Seluruh ASN Diganti Insentif Saja, Begini Maksud Usulan Bupati Karanganyar

Usulan Bupati Karanganyar, penggantian cuti akhir tahun dengan kompensasi insentif itu dimaksudkan untuk meminimalisir risiko penyebaran Covid-19. 

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS/AGUS ISWADI
Bupati Karanganyar Juliyatmono. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengusulkan kepada Pemerintah Pusat agar cuti akhir tahun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) digantikan dengan insentif.

Yuli sapaan akrabnya menyampaikan, usulan penggantian cuti akhir tahun dengan kompensasi insentif itu dimaksudkan untuk meminimalisir risiko penyebaran Covid-19. 

Dia menjelaskan, sebelumnya Pemerintah Pusat memperkirakan Covid-19 berlangsung selama 3-6 bulan.

Baca juga: Barang Bukti Tindak Pidana Dimusnahkan, Kejari Karanganyar: Ada 36 Perkara Hingga November Ini

Baca juga: Malam Pergantian Tahun di Karanganyar, Bupati Larang Gelar Pesta Kembang Api

Baca juga: Percepat Diagnosis Pasien, RSUD Karanganyar Sudah Mulai Gunakan Rapid Swab Antigen

Baca juga: 29 Benda Hasil Kajian Tim Ahli Diajukan Jadi Cagar Budaya Kabupaten Karanganyar

Sehingga cuti ASN beberapa bulan lalu yang tidak digunakan akhirnya diakumulasi pada akhir tahun. 

"Itu cuti mengatur ASN."

"ASN itu diatur cuti libur karena beberapa waktu lalu tidak digunakan."

"Kalau perkiraan Pemerintah Pusat, Covid-19 3-6 bulan."

"Sehingga semua dipusatkan akhir tahun," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (26/11/2020). 

Menurutnya, cuti yang diakumulasi pada akhir tahun itu memiliki risiko terhadap potensi penyebaran Covid-19.

Mengingat mobilitas di dalam daerah tentu menjadi tinggi.  

"Kami usul, mestinya harus dikompensasi dengan insentif, tidak perlu cuti."

"Liburnya, libur normal saja."

"Mungkin menyongsong Natal dan Tahun Baru."

"Kalau semua ditumpuk akhir tahun, bisa hampir separuh bulan itu nyaris tidak ada aktivitas kegiatan pemerintahan," ucapnya. 

Lebih lanjut, padahal ASN biasanya disibukkan dengan kegiatan pemerintahan saat akhir tahun.

Yuli mengungkapkan, kompensasi insentif itu berasal dari Pemerintah Pusat.

Sedangkan terkait, nominal kompensasi itu tentu ada hitungannya tersendiri, seperti tergantung jam kerja, golongan, dan lain-lain. (Agus Iswadi)

Baca juga: Seratusan Warga Desa Blater Diserang Chikungunya, Dinkes Purbalingga: Jangan Dianggap Enteng

Baca juga: Jangan Sampai Desa Wisata Ditutup, Disporapar Jateng Sosialisasi Gerakan BISA di Banyumas

Baca juga: Potensi Zakat ASN Tinggi Tapi Cuma Terkumpul Rp 4 Miliar, Ini Kebijakan Baru Pemkab Purbalingga

Baca juga: Curah Hujan Tinggi, Harga Cabai Rawit Merangkak Naik, Kini Capai Rp 31 Ribu di Temanggung

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved