Breaking News:

Berita Banyumas

Pemkab Banyumas Masih Godok Rencana Penutupan Lagi Tempat Wisata Guna Menekan Kasus Covid-19

Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, penutupan tempat-tempat wisata yang ada, dilakukan secara bertahap.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
ILUSTRASI. Petugas memeriksa suhu tubuh pengunjung di halaman depan pintu masuk Loka Wisata Baturraden, Banyumas, Jumat (30/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Meningkatnya kasus Covid-19 di Banyumas membuat pemkab kembali menutup sementara tempat-tempat wisata yang ada.

Namun demikian, Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, penutupan tempat-tempat wisata yang ada, dilakukan secara bertahap.

"Ditutupnya secara bertahap, melihat kondisi masing-masing tempat wisata. Kalau langsung semua, nanti ekonomi lumpuh lagi," ujar Sadewo saat ditemui di Pendopo Si Panji Purwokerto, Senin (23/11/2020).

Baca juga: Kasus Covid-19 Capai 25 Per Hari, Pemkab Banyumas Larang Hajatan dan Tutup Tempat Wisata

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, 2 Hotel di Baturraden Banyumas Disiapkan Lagi sebagai Tempat Karantina

Baca juga: Larang Kerumunan Cegah Covid-19, Bupati Banyumas: Kalau Perlu, Bubarkan Pakai Truk Penyemprot Air

Baca juga: Banyumas Kembali Masuk Zona Oranye, Ini Saran Tim Ahli Satgas Covid-19

Terkait kepastian kapan akan mulai ditutup, Sadewo mengaku masih berkoordinasi dengan Dinporabudpar.

Sebenarnya, Sadewo mengatakan, penerapan protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19 di tempat wisata yang dikelola pemkab, sudah sangat baik.

"Baturraden, misalnya, sebenarnya sudah dapat menampung 10.000 orang. Hanya saja, untuk menghindari kerumunan, kami batasi maksimal 3.000," tambahnya.

Menurutnya, yang masih menjadi masalah adalah kesadaran masyarakat dan budaya disiplin taat protokol kesehatan.

Diberitakan sebelumnya, kasus Covid-19 di Banyumas melonjak dan membuat Banyumas kembali masuk zona oranye.

Setidaknya, di bulan November, sampai hari ini, ada penambahan 554 kasus baru.

Selain menutup sementara tempat wisata, pemkab juga melarang hajatan yang dapat memicu kerumunan. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Cegah Kerumunan, Pembagian Paket Sembako Pasar Murah di Sragen Dilakukan Lewat Drive Thru

Baca juga: Pamit Menggembalakan Bebek, Warga Makam Purbalingga Ditemukan Tewas di Sawah

Baca juga: Terobang-ambing di Laut, 5 Pemancing Ditemukan Tim SAR Berkat Bakar Baju

Baca juga: Lagi, Kecelakaan di Tol Pemalang-Batang: Honda Mobilio Ringsek Gara-gara Sopir Mengantuk

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved