Berita Sragen
Cegah Kerumunan, Pembagian Paket Sembako Pasar Murah di Sragen Dilakukan Lewat Drive Thru
Setiap paket berisi bahan pokok, di antaranya dua kg beras, minyak, gula, dan satu kaleng susu kental manis.
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: rika irawati
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Pemkab Sragen melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen menyelenggarakan pasar murah di Desa Trombol, Kecamatan Mondokan, Senin (23/11/2020).
Dalam pasar murah tersebut, disediakan 400 paket bagi warga kurang mampu di dua kecamatan, yakni Kecamatan Mondokan dan Kecamatan Tanon.
Setiap paket berisi bahan pokok, di antaranya dua kg beras, minyak, gula, dan satu kaleng susu kental manis.
Paket bahan pokok itu diserahkan langsung Pelaksana tugas (Plt) Bupati Sragen Dedy Endriyatno didampingi Kepala Disperindag Sragen Tedi Rosanto.
Pembagian dilakukan di halaman rumah Lurah Mondokan Sugiyanto, di Dukuh Jatirejo, Desa Trombol, Kecamatan Mondokan.
Baca juga: Apes, Anggota DPRD Sragen Kena Tilang di Jakarta Gara-gara Plat Nomor Mobilnya Diduga Dipalsukan
Baca juga: Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Hajatan Pernikahan di Kalijambe Sragen Bertambah 2 Orang
Baca juga: Pengantin Perempuan dan Orangtua Meninggal Akibat Covid-19 setelah Pesta Pernikahan di Sragen
Baca juga: Refreshing, Atlet Pelatnas Bulutangkis Kevin-Markus Dkk Pindah Latihan dari Cipayung ke Sragen
Sistem penyerahan paket sembako dilakukan lewat mekanisme drive thru. Penerima tidak perlu turun dari kendaraan, hanya perlu menyerahkan kupon yang sebelumnya telah dibagikan, kepada petugas.
Usai kegiatan, Dedy menyampaikan pasar murah ini tidak gratis. Dedy mengatakan, satu paket sembako seharga Rp 100 ribu bisa ditukar warga dengan harga Rp 10 ribu.
"Hari ini, kami menyelenggarakan pasar murah yang dilaksanakan Disperindag bekerjasama dengan kecamatan, dalam rangka membantu masyarakat atau jaring pengaman sosial," jelas Dedy.
"Pasar murah ini tidak gratis, masyarakat hanya perlu membayar Rp 10 ribu dimana harga awal Rp 100 ribu," imbuhnya.
Plt bupati melanjutkan, di era pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang terdampak secara ekonomi banyak yang perlu dibantu.
Tingkat kemiskinan, dikatakan Dedy, juga semakin tinggi sehingga pemerintah hadir membantu masyarakat. Satu di antaranya, lewat pasar murah yang ditujukan bagi keluarga miskin.
Selain itu, Dedy menyampaikan, pembagian secara drive thru diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya protokol kesehatan.
"Kami contohkan lewat cara mengambil sembako dengan cara drive thru, agar tidak ada kerumunan dan tetap menjaga jarak. Karena di tengah pandemi ini, sangat dibutuhkan edukasi kepada masyarakat," katanya.
"Tentang protokol kesehatan, pemerintah tidak boleh lengah ataupun menyerah, harus terus mengedukasi warga," terang Dedy.
Baca juga: Larang Kerumunan Cegah Covid-19, Bupati Banyumas: Kalau Perlu, Bubarkan Pakai Truk Penyemprot Air
Baca juga: Lagi, Kecelakaan di Tol Pemalang-Batang: Honda Mobilio Ringsek Gara-gara Sopir Mengantuk
Baca juga: Waspada Banjir dan Longsor: Hujan Diperkirakan Guyur Purwokerto dan Cilacap, Siang Hingga Malam
Baca juga: Pamit Menggembalakan Bebek, Warga Makam Purbalingga Ditemukan Tewas di Sawah
Sementara itu, Kepala Disperindag Tedi Rosanto menambahkan, kegiatan ini sebenarnya dilakukan guna mengantisipasi melonjaknya harga sembako jelang hari raya Natal.
Tedi melanjutkan, kegiatan ini akan dilakukan di 20 kecamatan di Sragen. Masing-masing kecamatan akan mendapat jatah 200 paket bahan pokok bagi warga kurang mampu.
"Masing-masing kecamatan 200 paket dan pelaksanaannya 1 hari dua kecamatan. Penerima sesuai data base DPKS dan langsung dipilih oleh camat dan PTSK," kata Tedi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/paket-sembako-di-pasar-murah-mondokan-sragen.jpg)