Berita Sragen

Apes, Anggota DPRD Sragen Kena Tilang di Jakarta Gara-gara Plat Nomor Mobilnya Diduga Dipalsukan

Bambang ketiban sial karena harus mengurus proses tilang elektronik, meskipun bukan mobil miliknya yang melanggar lalu lintas.

Editor: rika irawati
Kompas.com/Ari Purnomo
Pengendara yang diduga memalsukan nomor polisi mobil milik anggota DPRD Sragen. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SRAGEN - Anggota DPRD Kabupaten Sragen Bambang Widjo Purwanto kaget menerima surat tilang elektronik dari Polda Metro Jaya. Sebab, dia tidak pernah bepergian ke Jakarta mengendarai mobilnya tersebut.

Tetapi, tiba-tiba saja, keponakannya dari Jakarta mengirimkan surat tilang beserta bukti foto pelanggaran yang dilakukan.

Setelah surat dibuka, ternyata diketahui bahwa pelanggar memakai mobil bernomor polisi sama persis dengan mobil Toyota Fortuner Sportivo TRD miliknya, yakni B 705 PUR.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Didistribusikan Mulai Desember di Jateng, Cilacap Dapat Jatah Paling Banyak

Baca juga: Dua Warga Gandrungmangu Dilaporkan Tewas, Hanyut Terbawa Arus Luapan Sungai Darmaji di Cilacap

Baca juga: Klaster Baru di Purbalingga, Ada Karyawan Positif Covid-19, Dua Pabrik Terpaksa Ditutup Sementara

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Jumat 20 November 2020 Rp 1.968.000 Per 2 Gram

Bambang ketiban sial karena harus mengurus proses tilang elektronik, meskipun bukan mobil miliknya yang melanggar lalu lintas.

Di dalam surat tilang tersebut juga dijelaskan mengenai jenis pelanggaran yang dilakukan yakni melakukan aktivitas yang melanggar Pasal 283 jo 106 ayat (1), melakukan kegiatan lain saat mengemudi, dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi.

"Saya tidak pernah ke Jakarta membawa mobil ini tetapi tiba-tiba keponakan saya mengabari kalau saya kena tilang elektronik," kata Bambang saat dihubungi Kompas.com, Kamis (19/11/2020).

Bambang menambahkan, mobilnya memang dibeli di Jakarta karena dirinya ingin kendaraan tersebut memiliki plat nomor sesuai dengan inisial namanya, yakni B.

"Saya beli mobil baru itu memang dari Jakarta karena saya ingin plat nomornya sama dengan nama saya. Tetapi, karena harus pakai KTP sana, jadinya atas nama keponakan saya yang ada di sana," ucapnya.

Tetapi, semenjak membeli mobil tersebut sampai sekarang, Bambang tidak pernah membawanya ke Jakarta.

Apalagi saat tanggal pelanggaran terjadi, yakni 13 November 2020, dirinya berada di rumah.

Sehingga, Bambang memastikan bahwa yang melakukan pelanggaran tersebut bukanlah dirinya melainkan orang lain.

"Itu pelat nomornya saja yang sama, kalau mobilnya beda. Punya saya grill depannya warna merah kalau yang di foto itu hitam," katanya.

Mobil Toyota Fortuner Sportivo TRD milik Bambang Widjo Purwanto.
Mobil Toyota Fortuner Sportivo TRD milik Bambang Widjo Purwanto. (Kompas.com/Ari Purnomo)

Selain grill depan, jenis mobil yang ada di foto Electronic Traffic Enforcement Law (ETLE) tersebut juga berbeda yakni Toyota Rush bukan Toyota Fortuner seperti milik Bambang.

Bambang memastikan bahwa pelat nomor kendaraannya sudah dipalsukan oleh orang tidak bertanggungjawab.

Untuk itu, Bambang pun berharap agar kejadian ini bisa menjadi informasi kepada semua pihak sehingga jika nantinya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka dirinya tidak disangkut pautkan.

"Ini pelat nomornya sudah dipalsukan, ini saya sampaikan ke media. Takutnya, nanti kalau dipakai untuk perbuatan jahat, ini sudah termasuk perbuatan kriminal," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pelat Nomor Mobilnya Dipalsukan, Anggota DPRD Sragen Ketiban Sial".

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved