Penanganan Corona

Klaster Baru di Purbalingga, Ada Karyawan Positif Covid-19, Dua Pabrik Terpaksa Ditutup Sementara

Kepala Dinaker Purbalingga, Edi Suryono mengatakan, dua pabrik yang karyawannya positif COvid-19 yakni pabrik rambut palsu dan pengolahan mie

Editor: deni setiawan
PEMKAB PURBALINGGA
Pjs Bupati Purbalingga Sarwa Pramana meninjau gedung Korpri yang disiapkan untuk ruang isolasi darurat di Kabupaten Purbalingga, Rabu (18/11/2020) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Dua pabrik yang berada di Kabupaten Purbalingga, terpaksa ditutup sementara setelah beberapa karyawannya terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19).

Kepala Dinaker Kabupaten Purbalingga, Edi Suryono mengatakan, kedua pabrik tersebut yakni pabrik rambut palsu dan pengolahan mie.

“Pabrik rambut palsu ada delapan karyawan yang positif Covid-19)."

"Sedangkan di pabrik mie ada satu karyawan,” katanya seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (20/11/2020).

Baca juga: Sarwa Minta PMI Purbalingga Secepatnya Susun Program Kerja 2021

Baca juga: Hati-hati Lintasi Jalan Penghubung Sokaraja Banyumas dengan Purbalingga, Tebing Sungai Pelus Ambrol

Baca juga: Animo Warga Jadi Pelipat Surat Suara Masih Tinggi di Purbalingga, KPU Sampai Tolak Pendaftar

Baca juga: Polisi Kejar Pengedar Narkoba di Purbalingga, Motor Tersangka Hingga Tabrak Pagar Rumah Warga

Edi menjelaskan, transmisi penularan di pabrik rambut palsu berawal dari satu karyawati yang mengalami gejala.

“Setelah di-swab hasilnya positif, akhirnya kami konsultasikan kepada Gugus Covid-19 dan melakukan tracing di lingkungan pabrik,” ujarnya.

Hasil tracing menemukan tujuh karyawan telah terpapar.

Tujuh karyawan tersebut bertugas tidak hanya di satu bidang kerja, sehingga perusahaan memutuskan untuk menghentikan seluruh operasional pabrik.

“Tidak bisa diliburkan (per bidang)."

"Karena karyawan yang dinyatakan positif Covid-19 tersebar di semua bidang."

"Jadi kami putuskan untuk diliburkan semua sembari terus kami lakukan tracing,” terangnya.

Sementara itu, satu karyawan di pabrik pengolahan mie diketahui saat dia melakukan pendaftaran sebagai anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) di desanya.

“Karyawan pabrik mie ini OTG, karena mau daftar harus di-swab dulu, hasilnya dia positif,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, pimpinan perusahaan berkordinasi dengan gugus tugas kabupaten.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved