Berita Semarang

Ditangkap saat Balapan Liar, Pemuda di Semarang Ini Ternyata Juga Pakai Plat Nomor Palsu dan Mabuk

Seorang pembalap liar yang mabuk minuman keras jenis tuak, diamankan petugas Satuan Lalu Lintas Polres Semarang, Jawa Tengah.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM/ISTIMEWA/POLSEK MIJEN
ILUSTRASI. Ratusan pemuda dipaksa menuntun sepeda motor ke Kantor Polsek Mijen seusai terjaring razia balap liar di Jalan Secekel Kelurahan Jatibarang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Minggu (10/5/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Seorang pembalap liar yang mabuk minuman keras jenis tuak, diamankan petugas Satuan Lalu Lintas Polres Semarang, Jawa Tengah.

Selain mabuk, kendaraan pembalap tersebut juga menggunakan pelat nomor palsu.

Kepala Satlantas Polres Semarang AKP Muhammad Adiel Aristo mengatakan, razia balap liar tersebut dilaksanakan pada Sabtu (21/11/2020), sekitar pukul 23.30 WIB.

"Kami melakukan patroli penindakan balap liar karena kegiatan tersebut mengganggu pengguna jalan lain dan membahayakan keselamatan," kata Aristo saat dikonfirmasi, Minggu (22/11/2020).

Baca juga: Pengawas Pilkada Kabupaten Semarang Masih Terbatas, Bawaslu Gandeng Organisasi Kepemudaan

Baca juga: Belum Dikover Pemkab Semarang, Bondan: Warga yang Isolasi Mandiri Sekadar Andalkan Jogo Tonggo

Baca juga: KPU Kabupaten Semarang Targetkan Perakitan 2.249 Kotak Suara Rampung dalam 3 Hari

Baca juga: Bupati Semarang Minta Maaf: Gara-gara Istri Nyalon Bupati, Anaknya Tak Tuntas Jadi Anggota DPRD

Aristo mengatakan, pada saat patroli di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Semarang, ditemukan gerombolan pemuda dengan sepeda motor.

"Sepeda motor itu sudah dimodifikasi dan mereka bersiap untuk balap liar," kata dia.

Mengetahui kedatangan petugas, para pembalap jalanan dan penonton langsung melarikan diri.

"Beberapa pemuda bisa kabur dengan kendaraannya. Tapi ada satu sepeda motor dan pengendaranya yang berhasil diamankan," kata Aristo.

Pembalap liar yang diamankan berinisial DAP yang mengendarai Suzuki Satria FU.

"Pelat nomor yang digunakan P 124 WAN adalah pelat palsu. Kendaraan ini juga tidak dilengkapi STNK yang sah dan pengendara tidak bisa menunjukkan SIM. Dia juga mengonsumsi minuman tuak," kata Aristo.

Aristo mengatakan, saat masa pandemi Covid-19 ini, kerumunan yang ditimbulkan para pembalap itu juga berpotensi menyebarkan virus corona.

"Apalagi, mereka tidak menerapkan protokol kesehatan. Lebih baik di rumah dan menjaga kesehatan, jangan balap liar," kata Aristo. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mabuk dan Gunakan Pelat Palsu, Pembalap Liar Ditangkap di Semarang".

Baca juga: KABAR DUKA: Anggota DPRD Fraksi PKB Romli Mubarak Tutup Usia

Baca juga: Bisa Mencegah Penuaan Dini, Masker dari Daun Torbangun Dikenalkan Tim Dosen Prodi Farmasi Unissula

Baca juga: Banyumas Kembali Masuk Zona Oranye, Ini Saran Tim Ahli Satgas Covid-19

Baca juga: Miris, Pelanggar Protokol yang Terjaring Operasi Yustisi di Kabupaten Tegal Selalu Meningkat

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved