Pilkada Serentak 2020
Pengawas Pilkada Kabupaten Semarang Masih Terbatas, Bawaslu Gandeng Organisasi Kepemudaan
Pelibatan aktivis kepemudaan di Kabupaten Semarang dinilai penting karena jumlah pengawas sebanyak 770.593 pemilih tidak berimbang.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Bawaslu Kabupaten Semarang mengajak organisasi kepemudaan untuk ambil bagian dalam pengawasan Pilkada Kabupaten Semarang 2020.
Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, M Talkhis mengatakan, pelibatan aktivis kepemudaan dinilai penting karena jumlah pengawas sebanyak 770.593 pemilih tidak berimbang.
Baca juga: Hal Tersulit Dragan Djukanovic Bersikap Tegas Saat Ini: Melarang Pemain PSIS Semarang Ikut Tarkam
Baca juga: Belum Dikover Pemkab Semarang, Bondan: Warga yang Isolasi Mandiri Sekadar Andalkan Jogo Tonggo
Baca juga: KPU Kabupaten Semarang Targetkan Perakitan 2.249 Kotak Suara Rampung dalam 3 Hari
Baca juga: Tolak Rencana Dragan, Yoyok Sukawi Sebut PSIS Semarang Tak Ingin Kembali Kehilangan Rp 2,5 Miliar
"Kami Bawaslu untuk mengawasi siap."
"Hanya kami juga sadar ada ketidakberimbangan."
"Sehingga kami mengajak pemuda ikut mengawasi agar pelaksanaan Pilkada secara proses dan hasil berkualitas penuh integritas," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (21/11/2020)
Menurut Talkhis, pengawas yang dibentuk Bawaslu pada tingkat kecamatan sebanyak 3 orang.
Kemudian di tingkat TPS hanya 1 orang.
Maka, dalam proses pengawasan masih sangat kurang.
Ia menambahkan, dengan keterlibatan banyak komponen organisasi kepemudaan akan memperkuat fungsi pengawasan partisipatif.
"Terkait netralitas perangkat desa kami beberapa waktu lalu juga memberikan sosialisasi kepada 720 kepada dusun."
"Karena ini juga sensitif termasuk penyelenggara sehingga perlu diawasi bersama," katanya.
Dikatakannya, potensi pelanggaran baik dari penyelenggara maupun ASN dan perangkat desa sangat potensial mengingat jumlah pengawas pemilu juga terbatas.
Jadi lanjutnya, apabila masyarakat kritis dapat ikut serta melakukan pengawasan.
Pihaknya mengungkapkan, sampai sejauh ini ada satu orang perangkat desa terindikasi tidak netral karena mengoploud konten bernuansa kampanye dan telah ditangani.
"Kemudian kemarin juga ada penyelenggara pada tingkat bawah disinyalir menjadi timses."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/pengawas-pilkada-kabupaten-semarang.jpg)