Breaking News:

Berita Sepak Bola

Hal Tersulit Dragan Djukanovic Bersikap Tegas Saat Ini: Melarang Pemain PSIS Semarang Ikut Tarkam

Dragan Djukanovic menyebut, tak setuju jika ada pemain PSIS Semarang yang masih terikat kontrak dengan klub profesional mengambil job tarkam

TRIBUN BANYUMAS/F ARIEL SETIAPUTRA
Pelatih PSIS Semarang Dragan Djukanovic saat memimpin latihan tim di Stadion Citarum Semarang, Jumat (11/9/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic kesulitan melarang para pemain lokal saat ini untuk tidak mengikuti kegiatan sepak bola non resmi ketika kembali ke kampung halamannya masing-masing.

Utamanya yang paling sering dikenal yakni kompetisi liga antar kampung atau (tarkam) di tengah-tengah penghentian kompetisi sepak bola nasional tahun ini.

Terlebih para pemain juga sedang menghabiskan waktu di kampung halaman masing-masing.

Baca juga: Tolak Rencana Dragan, Yoyok Sukawi Sebut PSIS Semarang Tak Ingin Kembali Kehilangan Rp 2,5 Miliar

Baca juga: Joko Ribowo Rampungkan Kursus Kepelatihan C AFC, Berikut Rencana Kiper PSIS Semarang Selanjutnya

Baca juga: Riyan Ardiansyah Jadi Peternak Bebek, Kesibukan Bek Sayap PSIS Semarang Saat Ini

Baca juga: Terdampak Prank Liga 1, PSIS Semarang Bakal Jual Aset, Yoyok: Bayar Keterlambatan Gaji Pemain

Sehingga tak menutup kemungkinan, mereka memiliki banyak undangan atau tawaran hadir dalam pertandingan tarkam.

Dragan Djukanovic menyebut, sebetulnya tak setuju jika ada pemain yang masih terikat kontrak dengan klub profesional mengambil job tarkam tersebut.

Namun, di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini, kompetisi yang mandek, pemotongan gaji, hingga ancaman gaji tak terbayarkan, membuat segelintir pemain memutuskan mengikuti tarkam.

"Pendapat saya adalah situasinya sangat sulit dan Anda tidak dapat memberi tahu pemain (untuk) tidak mengikuti tarkam."

"Karena mereka memiliki masalah keuangan yang besar," jelas Dragan kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (20/11/2020) sore.

Pelatih yang kini masih menikmati masa libur di Serbia tersebut mengatakan, melihat kondisi sepak bola saat ini perlu ada toleransi buat para pemain.

"Ini bukan ketakutan tapi memang mereka butuh hidup."

Halaman
123
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved