Kamis, 23 April 2026

Berita Brebes

Warga Desa Sengon Brebes Segel Balaidesa akibat Kecewa Kades Tak Segera Dilengserkan

Kamis (02/10/2025), Balai Desa Sengon tepantau sepi tidak ada aktifitas pelayanan karena masih tersegel oleh warga.

Penulis: Wahyu Nur Kholik | Editor: Rustam Aji
tribun jateng/Wahyu Nur Kholik
KANTOR DESA DISEGEL - Balai Desa Sengon terlihat sepi usai disegel warganya. Sementara pelayanan warga beralih ke aula Kecamatan Tanjung. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES - Warga Desa Sengon, Kecamatan Tanjung, Brebes, menyegel kantor desa setempat, Rabu (1/10/2025).

Hala itu karena warga tak puas dengan keputusan Pemkab Brebes, usai mereka melakukan demo di KPT Brebes pada Rabu (01/10/2025).

Pintu masuk kantor desa tersebut disegel menggunakan kayu balok dan baner bertuliskan "Penyegelan Balai Desa Sengon Dalam Pengawasan Seluruh Masyarakat Desa Sengon", "Pelayanan Tetap Berjalan".

Pantauan Tribunjateng.com pada Kamis (02/10/2025), balai desa tepantau sepi tidak ada aktifitas pelayanan karena masih tersegel oleh warga.

Sementara itu, Plt Camat Tanjung, Nanang Raharjo mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan perangkat Desa Sengon supaya pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Pihaknya juga sudah melaporkan kepada dinas terkait soal Balai Desa Sengon yang disegel oleh warga.

"Kami sudah koordinasikan dengan perangkat Desa Sengon agar pelayanan masyarakat tetap berjalan," ujarnya kepada Tribunjateng.com, pada Kamis (02/10/2025).

Menurutnya, pihaknya juga sudah menyampaikan, pelayanan masyarakat ditarik ke aula Kecamatan Tanjung, agar pelayan publik warga Sengon bisa dilayani.

Nanang mengaku, belum tahu sampai kapan balai desa tersebut akan dibuka kembali untuk pelayanan warga.

"Kami masih menggu arahan dari Dinpermades agar kondisi normal kembali," tandasnya.

Baca juga: Ngeri! Pria Bawa Senjata Tajam Coba Serang Posko Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Berakhir di Polisi

Sebelumnya, setelah negosiasi di luar gedung Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes berjalan alot, perwakilan warga kemudian diminta Pemkab untuk melakukan negosiasi di dalam gedung.

Pantauan langsung Tribunjateng.com, di ruang rapat lantai 2 KPT Brebes, negosiasi tak juga menemui titik terang hingga warga akhirnya walk out dari ruang rapat.

Sebelumnya warga meminta Kades Sengon, Ardi Winoto, di berhentikan sementara untuk meredam keresahan warga.

Massa kemudian sempat melanjutkan orasi di depa gedung KPT dan menyalakan musik dengan suara keras.

Pemkab Brebes lantas menghadirkan tokoh ulama Desa Sengon KH Hudalloh Karim untuk meminta warga membubarkan diri.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved