Berita Jawa Tengah

Percepatan Pembangunan KIT Batang, Pemerintah Suntikkan Dana Capai Rp 977 Miliar

Penyertaan Modal Negara menyebutkan, PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) memiliki 30 persen saham dalam pengelolaan KIT Batang.

Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/BUDI SUSANTO
Bupati Batang Wihaji, bersama Konsersium KIT Batang, meninjau progres pembangunan di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Kamis (19/11/2020) lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Pembanguan fase pertama di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang ditargetkan rampung dan siap ditempati Januari 2021.

Tercatat ada empat BUMN yang menangani pembangunan KIT Batang dengan porsi saham berbeda. 

Data yang diterima Tribunbanyumas.com, terkait Penyertaan Modal Negara (PMN) pada Kamis (19/11/2020) menyebutkan, PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) memiliki 30 persen saham dalam pengelolaan KIT Batang. 

Baca juga: Uang Misterius Capai Puluhan Juta Rupiah di Batang, Petani: Bercampur Lumpur di Irigasi Persawahan

Baca juga: Hyundai Grup Dipastikan Tempati KIT Batang, Groundbreaking Desember 2020

Baca juga: Bakal Ada Kampus Mekatronik di Batang, Bupati Wihaji: Bagian Siapkan Tenaga Berkompeten

Baca juga: Desa Kemiri Barat Diproyeksikan Jadi Desa Seni dan Budaya, Wihaji: Subah Juga Malioboronya Batang

Sedangkan PT Pembangunan Perumahan (PP) memiliki porsi saham 35 persen.

Sementara 25 persen pengelolaan ada di tangan PTPN 9, dan 10 persen saham milik Pemkab Batang

Untuk mendukung percepatan pembangunan KIT Batang, suntikan pendanaan lewat PMN juga sudah digodok Pemerintah Pusat. 

Nantinya, dana mencapai Rp 977 miliar melalui PT KIW untuk Perusahaan Usaha Patungan (PUP) di KIT Batang juga akan dikucurkan pada 2021. 

Alokasi tambahan modal tersebut juga sudah dijabarkan ke DPR RI dengan rincian untuk pekerjaan persiapan di KIT Batang senilai Rp 35 miliar.

Pekerjaan penyiapan lahan Rp 533 miliar, dan penyiapan infrastruktur Rp 408 miliar. 

Tak cukup sampai di situ, menurut Bupati Batang, Wihaji, sokongan dana juga akan digelontorkan Pemerintah Pusat melalui APBN dengan nilai yang fantastis. 

"Guna mempercepat pembangunan untuk menarik investor ke KIT Batang, Pemerintah Pusat akan membuka kran pendanaan capai Rp 13,5 triliun," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (21/11/2020).

Dilanjutkannya, untuk menarik investor, BUMN yang tergabung dalam konsersium KIT Batang terus melakukan sinergi, bersama BKPM dan Pemerintah Pusat. 

"Tujuan kami sesuai dengan titah Presiden Joko Widodo yaitu membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya," tuturnya. 

Bupati Wihaji, menambahkan penyertaan modal tersebut guna menciptakan kawasan industri ramah investasi, dan melayani investor yang akan relokasi. 

"Adanya KIT Batang juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah sebesar 7 persen."

"Itu sesuai Perpres Nomor 79 Tahun 2019."

"Serta menjamin keberlangsungan PUP dalam mengelola KIT Batang, mengingat terdapat free pemanfaatan lahan sampai 5 tahun," tambahnya. (Budi Susanto)

Baca juga: Biar Tidak Terkesan Gajian, Tahun Depan Ada Batasan Tahun Penerimaan PKH, Termasuk Purbalingga

Baca juga: Debat Pilkada Purbalingga Digelar 25 November, Hadirkan Lima Panelis, Ini Materi yang Bakal Dikupas

Baca juga: Ayo Dukung Dawet Ayu Banjarnegara Juarai API 2020 Kategori Minuman Tradisional, Begini Caranya

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Tri Agus Prasetijo, Kakak Bambang Pamungkas Ini Jadi Pendidik di Banjarnegara

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved